Senin, 03 Desember 2012

PTK SMP 100 MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA SISWA MELALUI BIMBINGAN KERJA KELOMPOK PADA SISWA KELAS IXA SMP



MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA SISWA MELALUI BIMBINGAN KERJA KELOMPOK PADA SISWA KELAS IXA SMP NEGERI 1 CINA KABUPATEN   BONE

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Dari satu kurikulum ke kurikulum berikutnya sejak kurikulum 1975, 1984, 1994, 1999, 2004 tujuan pembelajaran keterampilan membaca yang diamanatkan di sekolah, SMP (Sekolah Menengah Pertama) atau sekolah-sekolah yang sederajat dengan itu pada dasarnya sama. Tujuan yang hendak dicapai intinya adalah siswa yang mampu menerapkan keterampilan membaca yang dipelajarinya dalam kehidupan sehari-hari dan dalam pelajaran lain yang memanfaatkannya. Selanjutnya melalui belajar keterampilan membaca diharapkan pada diri siswa terbentuk pola pikir dan kerja yang kreatif, inovatif, dan sikap yang konsisten, cermat, objektif, dan disiplin.
Membaca mempunyai peran besar dalam kehidupan sehai-hari. Hampir  tiap hari kehidupan kita menggunakan kegiatan membaca. Pendidikan keterampilan membaca yang diajarkan pada pendidikan jalur sekolah menengah marupakan pendidikan yang sangat mendasar dan diperlukan untuk menguasai mata pelajaran bahasa Indonesia sesuai dengan tuntunan kurikulum dan diharapkan.

            Hasil pembelajaran keterampilan membaca akhir-akhir ini menunjukkan bahwa walaupun di sebagian sekolah (terutama di kota-kota) menunjukkan peningkatan mutu pendidikan cukup menggembirakan, namun  studi intensif yang dilaksanakan oleh beberapa peneliti pada tahun 2003 terhadap pola pembelajaran dan pemahaman siswa SMP pada beberapa mata pelajaran, termasuk keterampilan membaca menunjukkan hasil yang kurang memuaskan. Hasil studi menunjukkan pula bahwa pola pembelajaran di SMP cenderung “text book oriented” dan tidak terkait dengan kehidupan sehari-hari siswa. Cara pembelajaran konsep cenderung abstrak dengan menggunakan metode ceramah.  Sebagai akibatnya motivasi belajar siswa menjadi sulit ditumbuhkan dan pola belajar mereka cenderung menghafal (Wardhani, 2002:3).

            Dalam pembelajaran keterampilan membaca, hasil dan pola pembelajaran seperti yang dikemukakan di atas tentu tidak diharapkan karena tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran keterampilan membaca yang dapat membuat keterampilan membaca terasa mudah dan menyenangkan.
            Selain itu, salah satu masalah pembelajaran di sekolah-sekolah adalah banyaknya  siswa yang memperoleh hasil belajar rendah, hal ini disebabkan karena hasil belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor dari dalam (internal) maupun faktor dari luar (eksternal). Menurut Suryabrata (1982:27)  yang termasuk faktor internal adalah faktor fisiologis dan psikologis (misalnya kecerdasan motivasi berprestasi dan kemampuan kognitif). Sedangkan termasuk faktor eksternal adalah  faktor lingkungan dan instrumental (misalnya guru, kurikulum, dan model pembelajaran). Bloom (Sopah, 2000:127) mengemukakan tiga faktor yang mempengaruhi hasil belajar, yaitu  kemampuan kognitif, motivasi berprestasi, dan kualitas pembelajaran. Kualitas pembelajaran adalah kualitas kegiatan pembelajaran yang dilakukan dan ini menyangkut model pembelajaran yang digunakan.
Sering ditemukan dilapangan bahwa guru mengusai materi suatu subjek dengan baik tetapi tidak dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran  dengan baik. Hal ini terjadi karena kegiatan tersebut tidak didasarkan pada model pembelajaran tertentu sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa masih rendah.
Di sini peran interaksi guru dan siswa mesti dikedepankan. Dengan perangkat mengajar dan pengalaman belajar yang ada lalu guru diharapkan dapat melakukan pendekatan, metode dan strategi pengajaran yang sesuai dengan kondisi serta tingkat kecerdasan. Salah satu cara adalah melakukan bimbingan belajar, baik secara individu maupun secara kelompok yang bertujuan mengatasi kesulitan siswa dalam menguasai keterampilan membaca.


B.     Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas bahwa rendahnya prestasi belajar siswa, utamanya prestasi belajar bahasa Indonesia. Hal ini dapat dibuktikan dari redahnya UAS yang diperoleh secara kolektif dari tahun ke tahun. Keadaan ini merupakan tantangan bagi ilmuan untuk memberikan sumbangan pemikiran dalam usaha meningkatkan prestasi belajar keterampilan membaca pada tingkat SMP.
Oleh karena itu dalam penelitian ini masalah yang akan diteliti adalah berkaitan dengan rendahnya prestasi belajar keterampilan membaca siswa kelas IXA SMP Negeri 1 Cina.
C.    Pembatasan dan Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian yang dikemukakan pada latar belakang masalah tersebut di atas, maka penelitian ini perlu dibatasi pada tingkat keterampilan membaca melalui bimbingan kerja kelompok pada siswa kelas IXA SMP Negeri 1 Cina.
 Berdasarkan batasan tersebut maka rumuskan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:
“Rendahnya Tingkat Keterampilan Membaca Siswa Kelas IXA SMP Negeri 1 Cina”.



D.    Tujuan Penelitiaan
Secara operasional tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan tingkat keterampilan membaca siswa kelas IXA SMP Negeri 1 Cina tahun pelajaran 2006/2007 yang diajar melalui bimbingan kerja kelompok.

E.     Manfaat Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat:
a)      Bagi guru: guru dapat mengembangkan kemampuan profesional dalam menyajikan materi di depan kelas dengan tujuan memecahkan setiap persoalan yang timbul dalam proses belajar mengajar.
b)      Bagi siswa: Dapat meningkatkan keaktifan dalam proses belajar mengajar sehingga diharapkan prestasi belajar siswa akan meningkat.
c)      Bagi sekolah: memberikan sumbangan yang sangat berharga dalam rangka perbaikan pengajaran khususnya di SMP Negeri 1 Cina Kabupaten Bone.


DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, A.E. 1989. Pokok – pokok Layanan Bimbingan Belajar. Ujung Pandang FIP IKIP Ujung Pandang
Djumhur dan Surija.1975. Pedoman Penulisan Tesis dan Makalah Strata Satu. FIP IKIP Ujung Pandang.
Muhrim, dkk.1981. Pedoman Mengajar (Bimbingan Praktis Calon Guru). Surabaya: Usaha Nasional.
Rahmatang. 1997. Studi Eksperimen Tentang Kerja Kelompok dalam Pengajaran Pola dan Barisan Bilangan pada Siswa Kelas III SLTP Negeri 1 Labbakang Pangkep. Skripsi. Makassar: FMIPA UNM
Roestiyah, N.K. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Sopah, J., 2000.   Pengaruh Model Pembelajaran dan Motivasi Berprestasi terhadap Hasil Belajar.  Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, No. 022. Thn ke-5 Maret 2000
Suryabrata, S., 1982.  Psikologi Pendidikan: Materi Pendidikan Program Bimbingan Konseling di Perguruan Tinggi. Yogyakarta: Depdikbud.
Wardani, S., 2002.  Pembelajaran Matematika yang Kontekstual dan Realistik di SLTP. Makalah Seminar dalam Penataran Guru Matematika Tanggal 3 September 2002.  BPG Makassar.
Wikel, W.S., 1996. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Gramedia.


Untuk mendapatkan file lengkap (Ms.Word/pdf) 
hubungi : 0857 2891 6006

0 komentar:

Poskan Komentar