Selasa, 03 Februari 2015

PTK SD 132 : Meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Inggris Dengan Menerapkan Metode Kooperatif Model Jigsaw Pada Siswa Sekolah Dasar


 ABSTRAK


xxxxxxxxx, 2004. Meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Inggris Dengan Menerapkan Metode Kooperatif Model Jigsaw Pada Siswa Sekolah Dasar

Kata Kunci: pengetahuan sosial, pembelajaran kooperatif model jigsaw

Kekawatiran bahwa semangat siswa dalam mengembangkan diri secara individual bisa terancam dalam penggunaan metode kerja kelompok bisa dimengerti karena dalam penugasan kelompok yang dilakukan secara sembarangan, siswa bukannya belajar secara maksimal, melainkan belajar mendominasi ataupun melempar tanggung jawab. Metode pembelajaran gotong royong distruktur sedemikian rupa sehingga masing-masing anggota dalam satu kelompok melaksanakan taanggung jawab pribadinya karena ada sistem akuntabilitas individu. Siswa tidak bisa begitu saja membonceng jerih payah rekannya dan usaha setiap siswa akan dihargai sesuai dengan poin-poin perbaikannya.
Permasalahan yang ingin dikaji dalam dalam penelitian tindakan ini adalah: (a) Apakah pembelajaran kooperatif model jigsaw berpengaruh terhadap hasil belajar Bahasa Inggris? (b) Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi pelajaran Bahasa Inggris dengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model Jigsaw?
Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh pembelajaran kooperatif model jigsaw terhadap hasil belajar Bahasa Inggris. (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Bahasa Inggris setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model jigsaw pada siswa Kelas ……………………………………………...
Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas ……………………………………………. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.
Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (60,71%), siklus II (75,00%), siklus III (89,29).
Simpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran kooperatif model Jigsaw dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa ………………………………………….. serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Bahasa Inggris.


DAFTAR PUSTAKA

Ali, Muhammad. 1996. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindon.
Arikunto, Suharsimi. 1989. Penilaian Program Pendidikan. Proyek Pengembangan LPTK Depdikbud. Dirjen Dikti.
Arikunto, Suharsimi. 1993. Manajemen Mengajar Secara Manusiawi. Jakarta: Rineksa Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 1999. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineksa Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 2001. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Arikunto, Suharsimi. 1999. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineksa Cipta.
Combs. Arthur. W. 1984. The Profesional Education of Teachers. Allin and Bacon, Inc. Boston.
Dayan, Anto. 1972. Pengantar Metode Statistik Deskriptif. Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineksa Cipta.
Djamarah. Syaiful Bahri. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineksa Cipta.
Foster, Bob. 1999. Seribu Pena SLTP Kelas I. Jakarta: Erlangga.
Hadi, Sutrisno. 1981. Metodogi Research. Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada. Yoyakarta.
Hamalik, Oemar. 1992. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru.
Hamalik, Oemar. 1999. Kurikuum dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Hasibuan. J.J. dan Moerdjiono. 1998. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Margono. 1997. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta. Rineksa Cipta.
Mukhlis, Abdul. (Ed). 2000. Penelitian Tindakan Kelas. Makalah PanitianPelatihan Penulisan Karya Ilmiah untuk Guru-guru se-Kabupaten Tuban.
Mursell, James ( - ). Succesfull Teaching (terjemahan). Bandung: Jemmars.
Ngalim, Purwanto M. 1990. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Nur, Moh. 2001. Pemotivasian Siswa untuk Belajar. Surabaya. University Press. Universitas Negeri Surabaya.
Poerwodarminto. 1991. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Bina Ilmu.
Rustiyah, N.K. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.
Sardiman, A.M. 1996. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.
Slameto, 1988. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bina Aksara.
Soekamto, Toeti. 1997. Teori Belajar dan Model Pembelajaran. Jakarta: PAU-PPAI, Universitas Terbuka.
Suryabrata, Sumadi. 1990. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Andi Offset.
Suryosubroto, b. 1997. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: PT. Rineksa Cipta.
Syah, Muhibbin. 1995. Psikologi Pendidikan, Suatu Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Usman, Moh. Uzer. 2001. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Wetherington. H.C. and W.H. Walt. Burton. 1986. Teknik-teknik Belajar dan Mengajar. (terjemahan) Bandung: Jemmars.  
Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word), 
hubungi Telp/SMS/WA: 0857 2891 6006


PTK SD 136 Improving Students’ Pronunciation using Songs (A Classroom Action Research in the Fourth Grade of SDN Makamhaji 01 Kartasura in 2007/2008 Academic Year)


 

ABSTRACT

xxxxxxxxx. Improving Students’ Pronunciation using Songs (A Classroom Action Research in the Fourth Grade of SDN Makamhaji 01 Kartasura in 2007/2008 Academic Year). A Thesis. English Department. Teacher Training and Education Faculty. Sebelas Maret University. Surakarta. 2009.

The objectives of the study are to find out whether songs improve students’ pronunciation and how songs are used effectively in improving the pronunciation of the fourth grade students of SDN Makamhaji 01 Kartasura.
The techniques the researcher used to collect the data were observation and test. The observation was used to gather information dealing with the students’ progress during the teaching and learning process. Besides, the oral test was done to know the students’ improvement in pronunciation before and after the technique was implemented.
In this research, the researcher conducted a classroom action research from Feb 27th to April 30th 2008 at the fourth grade of SDN Makamhaji 01 Kartasura. There were two cycles of action and each consisted of a series of steps, namely: identifying the problems, planning the action, implementing the action, observing the action, reflecting, and revising the plan.
Based on the result of the research, a conclusion can be drawn that teaching English through the use of songs does improve the students’ pronunciation. The use of such technique has shown a certain level of improvement on their pronunciation of the related terms. Easily understood pronunciation of words and sentences obviously represents their better pronunciation intelligibility. Learning English through songs can make the students get more confident and motivated in joining the lesson as well
The explanation of how songs can improve the students’ pronunciation may be simply put on the repetition of the songs taking place during the lesson. The result of the study implies that singing songs again and again provides important pronunciation practice by which the students are facilitated to develop aspects of language including the improvement of the pronunciation of sounds, stress, and intonation in English.


BIBLIOGRAPHY

 Brewster, J, Ellis, G & Girard, D. 1992. Teaching English in the Primary Classroom. London: Penguin Books.
Bums, Anne. 1999. Collaborative Action Research for English Language Teachers. Cambridge: Cambridge University Press.
Celce-Murcia, M., Brinton, D. & Goodwin, J. 1996. Teaching Pronunciation: A Refference for Teachers of English to Speakers of Other Languages: Cambridge: Cambridge University Press.
Crowl, Thomas K. Kaminsky, Sally. and Podell, David M. 1997. Educational Psychology Windows on Teaching. Dubugue: Brown and Benchnark Publishers.
Dakin, Julian. 1965. Songs and Rhymes for Teaching of English. Singapore: Longman Publisher Ptc. Ltd.
Dalton, Christiane & Seidlhofer, Barbara. 1995. Pronunciation. Hongkong: Oxford University Press.
Diah Kristina & Zita Rarastesa. 2006. Pronunciation 1. Surakarta : Sebelas Maret University Press.
Dobson, M Julia. 1987. Effective Teachniques for English Conversation Goups. Washington, D. C.
Griffee, Dale T. 1992. Songs in Action. PrenticeHall International (UK) Ltd.
Halliwell, Susan. 1992. Teaching English in the Primary Classroom. London: Longman.
Harmer, Jeremy. 1991. The Practice of English Language Teaching. London: Longman.
Hopkins, David. 1993. A Teachers guide to Classroom Research. Buckingham: Open University Press.
Hornby & Ruse. 1991. Oxford. Advance Studcnt’s Dictionary. Oxford: Oxford University Press.
Kenworthy, Joanne. 1987. Teaching English Pronunciation. Essex: Addison Wesley Longman Ltd.
Lado, Robert. 1964. Language Teaching: A Scientific Approach. New York: McGraw-Hill, Inc.
Mills, Geoffrey. E. 2000. Action Research: A guide for the teacher researcher. United States of America: Cambridge University Press
Murphey, Tim. 1996. Music and Song. New York: Oxford University Press. Phillips Sarah. 1996. 1996. Young Learners. Oxford: Oxford University Press.
Smolinski, Frank. 1985. Landmarks of American Language and Linguistics: A Resourse Collection for the Overseas Teacher of English as a Foreign Language. Washington D.C: English Language Program Divisions Bureau of Education & Cultural Affairs US Information Agency.
Suyanto, Kasihani K. E. 2005. Mengapa Belajar Bahasa Inggris Lebih Dini?. UNS: Sebelas Maret University Language Centre.
Ur, Penny. 1998. A Course in Language Teaching. Cambridge: Cambridge University Press.



Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word), 
hubungi Telp/SMS/WA: 0857 2891 6006



PTK SD 141 PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN PENGGUNAAN ALAT PERAGA BUSUR DERAJAT, PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI xxx TAHUN PELAJARAN 2004 / 2005



ABSTRAK
xxxxxxxxxxx. “PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN PENGGUNAAN ALAT PERAGA BUSUR DERAJAT, PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI xxx TAHUN PELAJARAN 2004 / 2005”. Skripsi, Surakarta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2005.
Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) Mengetahui bahwa penggunaan alat peraga dapat meningkatkan pembelajaran Matematika siswa kelas IV di SDN 2 Kedungsari Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus. (2) Mengetahui bahwa penggunaan alat peraga dapat meningkatkan prestasi siswa kelas IV di SDN 2 Kedungsari Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus.(3) Mengetahui adanya hambatan yang ditemui dalam meningkatkan prestasi belajar Matematika siswa kelas IV SDN 2 Kedungsari Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan strategi tindakan berupa perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilakukan di SD 2 Kedungsari Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan terikat. Variabel bebas “Alat Peraga Busur Derajad” sedangkan variabel terikat “Prestasi Belajar Matematika”. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 2 Kedungsari Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus tahun pelajaran 2004/2005 sejumlah 11 siswa. Sampel diambil dengan teknik sampling jenuh (sensus) sejumlah 11 siswa.
Penelitian dilakukan dengan dua siklus dengan menggunakan metode berkelanjutan. Teknik analisis data dilakukan dengan cara (1) melakukan identifikasi masalah, (2) melakukan analisis masalah dan perumusan masalah, (3) formulasi solusi dalam bentuk hipotesis tindakan, dan (4) analisis kelaikan solusi.
Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas dengan menggunakan 2 siklus, temyata hipotesis tersebut dapat diterima, artinya bahwa ternyata alat peraga Busur Derajad dapat meningkatkan prestasi belajar Matematika siswa kelas IV SD 2 Kedungsari Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus tahun pelajaran 2004 / 2005. Hal ini terbukti mayoritas siswa telah menggunakan alat peraga Busur Derajad dalam pembelajaran mengukur.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan hal-hal sebagai berikut (1) Sekolah hendaknya meningkatkan pengadaan berbagai alat-alat peraga Matematika baik droping maupun swadaya sekolah. Sehingga bisa lebih menunjang dalam penanaman konsep-konsep dalam pembelajaran Matematika lebih nyata sekaligus aktivitas siswa lebih meningkat dan memberdayakan alat peraga Busur Derajad; (2) Guru hendaknya mempersiapkan secara cermat langkah-langkah pembelajaran Matematika dengan menggunakan alat peraga Busur Derajad apabila mengajarkan pokok bahasan mengukur besarnya sudut dalam suatu bidang. Hal ini, dikarenakan sangat mempengaruhi proses pembelajaran Matematika agar lebih efektif dan efisien; (3) Siswa hendaknya benar-benar memahami penggunaan alat peraga Busur Derajad dalam pembelajaran Matematika sehingga mampu menggukur besarnya sudut pada suatu bidang yang akan diukur.
DAFTAR PUSTAKA
 Amir Hamzah Sulaiman. 1991. Strategi Belajar dan Mengajar. Jakarta : Djambatan.
Arief S. Sadiman. 2003. Media Pendidikan, Pengertian Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta : Rajawali Press.
Anton Sukarno. 1994. Efektititas Sistem Pengajaran Pelayanan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Surakarta. Tiga Serangkai.
Aswan Zaim. 2000. Strategi Belajar Mengajar. Semarang. Gramedia.
Bukhori, M. 1991. Pengantar Psikologi Pendidikan, Bandung : Jenmars
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1994. Kurikulum Pendidikan Dasar Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP,) Kelas IV, V; dan VI. Jakarta : Dikmenum
__________________ 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balaipustaka.
___________________ . 1995. Petunjuk Peningkatan Mutu Pendidikan di Sekolah Dasar. Jakarta.
_____________________ . 1994. Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun . Jakarta : Duta Nusindo Jakarta.
Depdinas. 2003. Petunjuk Peningkatan Mutu dan Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar. Jakarta : Dikmenun
Djamarah. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta.
Djoko Museno. 2000. Mari Berhitung. Jakarta : Dinas Pendidikan Nasional.
Diwandono. 1996. Penilaian Pendidikan. Jakarta. Unversitas Terbuka. Dirjen
Dikdasmen. 1997. Matematika Dasar. Jakarta : Balaipustaka.
Endang Retno. W. 2002. Metode Penelitian Kelas. Semarang : Unnes.
Herman Hudojo 1998. Interaksi Belajar Mengajar. Bandung : CV. Angkasa.
Hudojo. 1998. Belajar Mengajar Matematika, Bandung : CV. Angkasa.
Karso. 2003. Kapita Selekta Pembelajaran Matematika. Jakarta : Universitas Terbuka
Kasbolah. 1999. Metdodik Dedaktik. Jakarta. Rineka Cipta.
Moeliono. 2000. Didaktik / Metode Umum. Jakarta : Rineka Cipta.
Milles and Huberman. 2000. Analisis Data Kualitatif. Jakarta. Percetakan Muhammadiyah.
Moleong. L.J. 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT. Remaja
Rosdakarya. Moleong .L.J. 2001. Metodologi Penelitian Kualitat f. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Muhibbin Syah. 1995. Desain Instruksional. Solo : Yudistira.
Muhammad All. 1987. Prosedur Penelitian Kualitatif. Jakarta : Balaipustaka.
Muchtar. 2004. Matematika Jilid II. Jakarta : Universitas Terbuka.
Nana Sudjana. 2001. Cara Belajar Siswa Aktij dalam Proses Belajar Mengajar, Jakarta, Depdikbud.
Nasution. 1997. Asas-asas Kurikulum. Bandung : Jemmars.
Ngadino Y, 2003. Media Pembelajaran. Surakarta.
Ngalim Purwanto. 1990. Psikologi Pendidikan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Nursid Sumaadmadja. 2003. Konsep Dasar Matematika. Jakarta : Universitas Terbuka.
Oemar Hamalik. 1980. Metodologi Pengajaran Ilmu Pendidikan. Bandung.
Ruseffendie. 1993. Matematika 3. Jakarta : Universitas Terbuka.
Slameto. 1995. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : Rineka Cipta.
Sugiyono, 1990. Prosedur Penelitian kualitatif: Bandung : Eksakta
Sumantri. 2001. Matematika Dasar I. Jakarta : Universitas Terbuka.
Sumantri dan Permana. 200 I. Penggunaan Alat Peraga dalam Pembelejaran Matematika pada Tingkat Sekolah Dasar. Jakarta : Rineka Cipta.
Sunardi, 1997. Mengenal Siswa Berkesulitan Belajar. Surakarta Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. UNS.
Sutartinah Tirtonegoro. 1999. Anak Supernormal dan Program pendidikan. Jakarta ; PT Bina Aksara.
Suyitno. 2001. Pembelajaran Matematika. Bandung, Erlangga.
______________. 2000. Petunjuk Teknis Matematika. Bandung. Erlangga.
Wahyudin. 2003. Ensiklopedi Matematika untuk SLTP. Jakarta. CV. Tarity Samudra Berlian.
Winkel W.S. 1984. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta. Gramedia.

Untuk mendapatkan file lengkap hubungi/ sms ke HP. 085725363887




PTK SD 134 : Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Dengan Menerapkan Model Pembelajaran PAKEM Pada Siswa Kelas …



ABSTRAK
…, 2005. Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Dengan Menerapkan Model Pembelajaran PAKEM Pada Siswa Kelas …
Kata Kunci: belajar pai, pakem
            Keberhasilan proses belajar mengajar di dalam kelas sangat ditentukan oleh strategi pembelajaran, bagaimanapun lengkap dan jelasnya komponen lain, tanpa diimplementasikan melalui strategi yang tepat, maka komponen-komponen tersebut tidak akan memiliki makna dalam proses pencapaian tujuan. Oleh karena itu setiap akan mengajar guru diharuskan untuk menerapkan strategi atau metode tertentu dalam pelaksanaan pembelajaran.
            Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam dengan diterapkannya model pembelajaran PAKEM? (b) Bagaimanakah pengaruh Model pembelajaran PAKEM terhadap motivasi belajar siswa?
            Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir, (b) Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran PAKEM.
            Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas … Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.
            Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (68,00%), siklus II (80,00%), siklus III (92,00%).
            Simpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran PAKEM dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa …. , serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran PAI.
DAFTAR PUSTAKA
 Ali, Muhammad. 1996. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindon.
Arikunto, Suharsimi. 1993. Manajemen Mengajar Secara Manusiawi. Jakarta: Rineksa Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 2001. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineksa Cipta.
Azhar, Lalu Muhammad. 1993. Proses Belajar Mengajar Pendidikan. Jakarta: Usaha Nasional.
Daroeso, Bambang. 1989. Dasar dan Konsep Pendidikan Moral Pancasila. Semarang: Aneka Ilmu.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineksa Cipta.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineksa Cipta.
Hadi, Sutrisno. 1982. Metodologi Research, Jilid 1. Yogyakarta: YP. Fak. Psikologi UGM.
Hamalik, Oemar. 2002. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Hasibuan K.K. dan Moerdjiono. 1998. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Margono. 1997. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta. Rineksa Cipta.
Masriyah. 1999. Analisis Butir Tes. Surabaya: Universitas Press.
Ngalim, Purwanto M. 1990. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Nur, Moh. 2001. Pemotivasian Siswa untuk Belajar. Surabaya: University Press. Univesitas Negeri Surabaya.
Rustiyah, N.K. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.
Sardiman, A.M. 1996. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.
Soekamto, Toeti. 1997. Teori Belajar dan Model Pembelajaran. Jakarta: PAU-PPAI, Universitas Terbuka.
Sukidin, dkk. 2002. Manajemen Penelitian Tindakan Kelas. Surabaya: Insan Cendekia.
Surakhmad, Winarno. 1990. Metode Pengajaran Nasional. Bandung: Jemmars.
Suryosubroto, B. 1997. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: PT. Rineksa Cipta.
Syah, Muhibbin. 1995. Psikologi Pendidikan, Suatu Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Usman, Moh. Uzer. 2001. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word), 
hubungi Telp/SMS/WA: 0857 2891 6006



PTK SD 150: Penerapan Metode Diskusi Sebagai Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar PKPS Siswa Kelas IV Semester Genap SDN Sambirejo 4 Kecamatan Mantingan Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2006/ 2007


 ABSTRAK

xxxxxxxx 2007. Penerapan Metode Diskusi Sebagai Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar PKPS Siswa Kelas IV Semester Genap SDN Sambirejo 4 Kecamatan Mantingan Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2006/ 2007. Pembimbing (I) _________________, (II) ________________
Kata kunci: Metode diskusi, upaya, prestasi belajar, PKPS.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya tuntutan pembentukan sumberdaya manusia yang berkualitas untuk mendukung cita-cita dan tujuan Negara RI serta mendukung globalisasi, sehingga dirasa perlu mengupayakan metode belajar yang mendukung untuk meningkatkan prestasi siswa. Dengan banyaknya konsep yang mengemukakan tentang keuntungan-keuntungan dalam penerapan metode diskusi, maka penulis merasa perlu melakukan penelitian ini.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  (1)  Bagaimana proses pelaksanaan metode diskusi pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan Pengetahuan Sosial Siswa Kelas IV SDN Sambirejo 4 Kecamatan Mantingan Kabupatan Ngawi, (2) Minat  siswa kelas IV SDN Sambirejo 4 Kecamatan Mantingan Kabupatan Ngawi semester genap tahun 2006/2007 terhadap penggunaan metode diskusi yang digunakan oleh guru PKN, (3) Untuk mengetahui apakah penerapan metode diskusi dapat meningkatkan prestasi belajar pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan Pengetahuan Sosial siswa kelas IV semester genap SDN Sambirejo 4 Kecamatan Mantingan Kabupatan Ngawi tahun pelajaran 2006/2007.
Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan metode siklus, yaitu dengan menggunkan tiga siklus, yang mana dalam setiap siklus terdapat refleksi yang dimaksudkan untuk menggali strategi penyusunan alternative penyempurnaan, guna penyempurnaan di tahap berikutnya.
Hasil yang diperoleh adalah (1) Pelaksanaan metode diskusi yang dilakukan melalui tiga siklus, dengan siklus I sebagai siklus pertama penerapan metode diskusi, siklus II sebagai penyempurnaan dari siklus I, dan siklus III sebagai penyempurnaan dari siklus II., (2). Terdapat minat yang tinggi pada siswa terhadap penyelenggaraan diskusi, akan tetapi sebagian siswa justru tampak menjadi hiperaktif akibat kebebasan menjalin komunikasi saat pelaksanaan diskusi. Sementara itu, beberapa siswa tampak kurang berminat akibat merasa kesulitan untuk memahami persoalan, terutama dalam tahap siklus I dan II. Pada siklus III, minat siswa yang berlebihan tampak lebih terkendali. (3). Terdapat peningkatan prestasi yang nyata, baik dalam setiap siklus maupun hasil akhir dari penerapan metode diskusi, yaitu setelah siklus III. Sebelum penyelenggaraan diskusi, nilai rata-rata kelas adalah 6,5., setelah siklus I adalah 7,5., setelah siklus II adalah 7,8., dan pada tahap akhir setelah siklus III adalah 8,3. Hal ini menunjukkan dampak yang nyata dari pelaksanaan proses diskusi yang dilaksanakan dengan metode siklus.

Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word), 
hubungi Telp/SMS/WA: 0857 2891 6006




PTK SD 140 PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA (MEMBACA) MELALUI PEMBELAJARAN KELOMPOK (PARTISIPASIF) SISWA KELAS 1 SD NEGERI xxx TAHUN PELAJARAN 2004/2005


 ABSTRAK


xxxxxxxxxxxxxxx, PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA (MEMBACA) MELALUI PEMBELAJARAN KELOMPOK (PARTISIPASIF) SISWA KELAS 1 SD NEGERI xxx TAHUN PELAJARAN 2004/2005. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Agustus 2005.
Peningkatan ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan prestasi belajar bahasa Indonesia (membaca) melalui pembelajaran kelompok (partisipasif) di kelas I SD Negeri I Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus tahun pelajaran 2004/2005.
Pemusan masalah yang diajukan adalah apakah melalui pembelajaran kelomok (partisipatif) dapat meningkatkan prestasi belajar Bahasa Indonesia (membaca) di kelas I SD Negeri I Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus tahun pelajaran 2004/2005.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tindakan kelas, sedangkan strategi yang digunakan adalah studi kasus dengan langkah – langkah menyusun rencana, mengadakan tindakan, observasi, dan mengadakan refleksi. Teknik sampling dalam penelitian ini tanpa melakukan seleksi atau peneliti tidak membatasi jumlah informan atau siswa yang diteliti, sedangkan peneliti yang diteliti sejumlah 25 siswa. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi langsung, dan tes. Analisis data adalah analisis kasus.
Dari keseluruhan putaran atau siklus yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa guru telah mampu meningkatkan prestasi belajar bahasa Indonesia (membaca) melalui pembelajaran kelompok (partisipatif) siswa kelas I SD Negeri I Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus tahun pelajaran 2004/2005.dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan melalui pembelajaran  kelompok (partisipatif) serta selalu membawa unsure – unsure dalam pembelajaran. Dalam setiap putaran atau siklus selalu membawa dampak yang positif yatu keraha peningkatan perkembangan kemampuan dan prestasi belajar Bahasa Indonesia siswa kelas I SD Negeri I Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus tahun pelajaran 2004/2005.

DAFTAR PUSTAKA

Abu Ahmadi. 2002. Psikologi Sosial. Jakarta: Rineka Cipta.
Adi Negoro. 1954. Kamus Bahasa Indonesia Modern.
Akhadiah, S.M.K. dkk. 1992. Bahasa Indonesia III. Jakarta: Dept. P dan K
Anton M. Moeliono. 1988. Psikologi Belajar. Yogyakarta: Rineka Cipta.
Broto, A.S. 1975. Membaca. Jakarta: Bina Bahasa.
Bukhori, M. 1977. Pengantar Psikologi Pendidikan. Bandung: Jermare
Chalijah Hasan. 1994. Dimensi-Dimensi Psikologi Pendidikan. Surabaya: Al­Ikhlas.
Dakir. 1993. Dasar-dasar Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Darmiyati Zuhdi. 1996/1997. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di
Kelas Rendah.
Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Darmiyati Zuhdi dan Budiarsih. 1996. Pembelajaran Deegan Alat Peraga Media Elekironik. Jakarta: Ul Press.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1993. Kurikulum Pendidikan Dasar. Jakarta: Dirjen Dikdasmen
­­­­­­­­­­­­__________________1976. Pedoman Proses Belajar Mengajar di Sekolah Dasar. Jakarta: Dirjen Dikdasmen.
Eko Siswanto, SP Darminto. 1995/1996. Petunjuk Penggunaan Alat Peraga Membaca Menulis Permulaan di Sekolah Dasar Kelas I Direktorat Pendidikan Dasar. Jakarta.
Gorys Keraf. 1988. Komposisi. Jilid 1. Ende Flores: Nusa Indah.
Hartono dan Edy Legowo. 2003. Penelitian Tindakan Kelas. Departemen Pendidikan Nasional: Bandung..
Jas Daniel Parera. 1990. Menulis Tertib Dan Sistematis. Jakarta: Erlangga.
Lovvit William S 1980 The Reuvation Reading And Writing New York.Me. Grave Hill,
Mahmud Ali Yahya. 199 1. Belajar Membaca dan Meulis. Jakarta: Bina Aksara.
Mochtar Bukhori. 1995. Teknik-teknik Evaluasi Dalam Pengajaran. Bandung: Jermare.
Muhibin Syah. 1995. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Andi Offset.
Nasution. 1982. Psikologi Pendidikan. Jakarta Aksara Baru.
Ngalim. Purwanto. 1990. Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Baru.. Bandung: PT. Rosda Karya.
Owen. 1988. Taxonomy of Education Objectives, A Classification of Educational Goal. Hand Book 1. Cognitive Domain. London: Longman Group Limited.
Ratna Wilis Dahar. 1939. Teori-teori Belajar. Jakarta: Erlangga.
Sabarti Akhadiah. 1991. Pengantar Penelitian Pendidikan. Yogyakarta: Liberti.
Slameto. 1995. Belajar Dan Fakfor-fakfor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Sudjono, D. 1992. Strategi Pembelajaran. Bandung: Krida Nusantara Press.
Soejono, Ag. 1983. Melodik Khusus Bahasa Indonesia. Bandung: Angkasa Offset.
Suharno. 1989. Interaksi Belajar Mengajar. Surakarta: FKIP Press. Suharsimi
Arikunto. 1998. Manajemen Penelitian. Yogyakarta: Rineka Cipta.
Sunardi. 1971. Menangani Kesulitan Belajar Matematika. Surakarta: Lemlit UNS.
Sutratinah Tirtonegoro. 1989. Anak Super Normal Dan Pendidikanya. Jakarta: Bina Aksara.
Syaiful Bakri Djamarah. 1995. Strategi Belajar Mengajar. Yogyakarta: Rineka Cipta.
Wahadiniah 1997, Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Baru Bandung Remaja Rosdakarya,
Winkel, W.S. 1984. Psikologi Pengajaran Jakarta : Gramedia


Untuk mendapatkan file lengkap hubungi HP. 085 725 363 887 





PTK SD 008: Upaya perbaikan pembelajaran melalui penelitian Tindakan kelas (PTK) pada mata pelajaran IPS kelas IV semester 2 siswa kelas IV SDN XXX Dengan menggunakan Metode diskusi Dan media alat peraga

Upaya    perbaikan    pembelajaran    melalui    penelitian Tindakan kelas (PTK) pada mata pelajaran IPS kelas IV semester  2  siswa  kelas  IV  SDN  XXX Dengan menggunakan Metode diskusi Dan media alat peraga

BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang Masalah
 Keberhasilan dari suatu kegiatan sangat ditentukan oleh perencanaannya. Apabila perencanaan suatu kegiatan dirancang dengan baik, maka kegiatan akan lebih mudah dilaksanakan, terarah serta terkendali.
            Menurut Winarno (2003:6), perencanaan pembelajaran berperan sebagai acuan bagi guru untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran agar lebih terarah dan berjalan efisien dan efektif. Dengan perkataan lain perencanaan pembelajaran berperan sebagai skenario proses pembelajaran. Oleh karena itu perencanaan pembelajaran hendaknya bersifat luwes (fleksibel) dan memberi kemungkinan bagi guru untuk menyesuaikannya dengan respon siswa dalam proses pembelajaran sesungguhnya.
            Kegiatan mengajar merupakan upaya kegiatan menciptakan suasana yang mendorong inisiatif, motivasi dan tanggung jawab pada siswa untuk selalu menerapkan seluruh potensi diri dalam membangun gagasan melalui kegiatan belajar sepanjang hayat. Gagasan dan pengetahuan ini akan membentuk ketrampilan, sikap dan perilaku sehari-hari sehingga siswa akan berkompeten dalam bidang yang dipelajarinya.
            Ada kalanya dalam memberikan materi pelajaran kepada anak didik tidak selalu berjalan lancar sesuai dengan perencanaan atau gagal. Banyak faktor yang menyebabkan kegagalan dalam memberikan materi pelajaran. Dari faktor anak, tingkat intelegensi dan latar belakang anak didik yang berbeda-beda menyebabkan hasil pembelajaran yang tidak sama pula. Sedangkan penyebab lain dari pihak guru adalah cara penyampaian materi yang dianggap anak didik sulit memahaminya, kurangnya media pembelajaran, metode pembejaran yang salah, sehingga tujuan pembelajaran kepada anak didik tidak mengenai sasaran, dan masih banyak lagi sebab-sebab kegagalan siswa untuk mencapai tujuan pendidikan.
            Dengan adanya kegagalan dalam memberikan materi pelajaran kepada anak didik, penulis menggunakan hal ini sebagai dasar dalam usaha memperbaiki pembelajaran. Penulis mencoba memperbaiki pembelajaran melalui prosedur Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sesuai dengan karakteristik PTK yaitu adanya masalah dalam PTK dipicu oleh kesadaran pada diri guru bahwa praktek yang dilakukan di kelas mempunyai masalah yang harus diselesaikan dan ditindaklanjuti agar terjadi perubahan pada keberhasilan anak didik. Penulis melakukan PTK yang diawali dengan refleksi diri, mengidentifikasi permasalahan pembelajaran dengan bantuan teman sejawat.
            Menurut Hardjodipuro dalam Basuki Wibawa (2003 : 7) berpendapat bahwa PTK adalah suatu pendekatan untuk memperbaiki pendidikan melalui perubahan, dengan mendorong para guru untuk memperbaiki pendidikan melalui perubahan.
            Seperti halnya penulis melakukannya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan materi pokok transportasi masa lalu dan kini. Kegagalan penulis dalam pembelajaran mata pelajaran IPS ini ditandai dengan rendahnya nilai yang diperoleh siswa pada akhir pembahasan          materi .    
            Pada mata pelajaran IPS, dari 13 siswa kelas VI yang tuntas dalam materi ini sebanyak 6 siswa apabila dipersentase adalah 46%, sedangkan yang belum tuntas sebanyak 7 siswa atau 54%.
            Beban tanggung jawab untuk menuntaskan keberhasilan pembelajaran siswa, penulis menindaklanjuti dari refleksi dan menentukan fokus perbaikan untuk mata pelajaran IPS. Pada siklus I adalah dengan menggunakan alat peraga berupa mobil-mobilan, sepeda motor mainan dan kapal terbang mainan. Selain itu dikembangkan metode pembelajaran dengan tanya jawab selama proses pembelajaran berlangsung serta membentuk kelompok diskusi dalam menyelesaikan lembar kerja siswa.

B.   Rumusan Masalah
            Dalam mengidentifikasi masalah pada awalnya penulis merasakan ada sesuatu yang mengganjal. Dengan mendiskusikan dengan teman sejawat yang kebetulan sesama mahasiswa S1 PDSD UT maka permasalahan selama kegiatan belajar mengajar berlangsung dapat diidentifikasikan.
            Penulis merumuskan identifikasi masalah yang dihadapi untuk mata pelajaran IPS yaitu:
            Pada pembelajaran IPS di kelas IV dengan materi pokok transportasi masa lalu dan masa kini, ternyata setelah diadakan tes pada akhir pembahasan, ternyata hanya 6 siswa yang tuntas atau 46%, sedangkan 7 siswa atau 54% tidak tuntas.
            Dari perolehan hasil belajar siswa yang rendah itu dapat diidentifikasi permasalahannya yaitu :
1.      Siswa belum memahami tentang perbedaan transportasi masa lalu dan masa kini.
2.      Perlu penjelasan yang rinci tentang transportasi masa lalu dan masa kini.
3.      Menggunakan alat peraga berupa benda nyata sebagai contoh dari transportasi masa lalu dan msa kini.
            Ketiga permasalahan itu merupakan alternatif dari sekian banyak temuan yang muncul selama pembelajaran berlangsung. Atas dasar temuan permasalahan itu, penulis dapat merumuskan masalah dalam pembelajaran sebagai berikut :
1.      Mengapa siswa belum dapat memahami alat trasnportasi yanfg digunakan pada  masa lalu dan masa kini?
2.      Bagaimana cara membelajarkan materi trasnportasi yang digunakan pada  masa lalu dan masa kini?
3.      Alat peraga apa yang akan harus digunakan ?
4.      Metode apa yang tepat untuk membelajarkan tentang trasnportasi masa lalu dan masa kini?

C.   Tujuan Perbaikan
            Keberhasilan pembelajaran ditunjukkan oleh dikuasainya tujuan pembelajaran oleh siswa. Guru adalah faktor penting secara formal selalu mengusahakan terciptanya sutuasi proses belajar mengajar yang memungkinkan terjadinya proses pengalaman belajar pada diri siswa sesuai dengan tujuan yang dirumuskan.

            Pada kenyataan di lapangan harapan keberhasilan dalam pembelajaran kadang tidak berhasil, sehingga perlu adanya perbaikan-perbaikan dalam pembelajaran.
            Penulis mengadakan perbaikan pembelajaran dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas proses pembelajaran. Pelaksanaan perbaikan di SD Gunungwungkal  02, pada mata pelajaran IPS dengan materi pokok trasnportasi masa lalu dan masa kini
            Untuk mencapai tingkat ketuntasan siswa maka metode yang digunakan adalah dengan diskusi dan tanya jawab.
            Adapun pada proses pembuatan laporan bertujuan untuk melatih ketrampilan menulis pada diri penulis, sehingga trampil membuat laporan. Disamping itu, penyusunan laporan ini dalam rangka melengkapi tugas perkuliahan mata kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) PGSD 4412, Program S1 PGSD Universitas Terbuka.
            Pada akhir pembelajaran saat pra siklus, mata pelajaran IPS dari 13 siswa yang tuntas dalam materi ini sebanyak 6 siswa apabila dipersentase adalah 46%, sedangkan yang belum tuntas sebanyak 7 orang atau 54%. Dari data ini penulis tergerak untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan menindaklanjuti dengan perbaikan pembelajaran.
            Dalan kegiatan perbaikan pembelajaran yang penulis lakukan adalah :
1.      Refleksi yaitu mengidentifikasi permasalahan yang muncul selama dalam kegiatan pembelajaran berlangsung pada mata pelajaran IPS.
2.      Merumuskan masalah yang dihadapi dan dibantu teman sejawat.
3.      Merencanakan perbaikan pembelajaran dengan membuat rencana perbaikan pembelajaran yang dilengkapi dengan indikator perbaikan serta lembar observasi dan dikonsultasikan dengan dosen pembimbing selaku supervisor.
4.      Pelaksanaan perbaikan pembelajaran
Pada kegiatan ini penulis melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan Rencana Perbaikan Pembelajaran (RPP) yang sudah dibuat  dan dilengkapi dengan indikator perbaikannya. Dalam pelaksanaannya dibantu oleh teman sejawat sebagai observer yang selalu mengamati selama proses pembelajaran berlangsung.
Pelakasanaan perbaikan pembelajaran pada siklus I, penulis mendapatkan catatan-catatan dari observer berupa isian lembar observasi yang harus dipelajari. Dari lembar observasi inilah penulis dapat mengetahui kekurangan-kekurangan atau kelemahan-kelemahan dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran berikutnya yaitu pada siklus II.

D.   Manfaat Perbaikan
            Perbaikan pembelajaran pada mata pelajaran yang penulis lakukan yaitu mata pelajaran IPS mempunyai manfaat baik bagi siswa, guru, maupun sekolah khususnya SD Gunungwungkal 02, Pati, antara lain adalah :
1.         Manfaat perbaikan pembelajaran bagi siswa adalah siswa lebih memahami materi pokok yang diajarkan
Pada mata pelajaran IPS siswa mampu memahami trasnportasi yang digunakan pada  masa lalu dan masa kini. Kualitas hasil belajar siswa meningkat yang ditandai dengan meningkatnya ketuntasan belajar.
2.         Manfaat perbaikan pembelajaran bagi guru
Setelah selesainya pelaksanaan perbaikan pembelajaran, secara langsung guru atau penulis mempunyai kemampuan melakukan langkah-langkah dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Diawali dari refleksi diri dan mengidentifikasi masalah pembelajaran, merumuskan masalah pembelajaran, membuat rencana perbaikan pembelajaran, melaksanakan perbaikan pembelajaran hingga penyusunan laporan hasil penelitian.
Dari pengalaman tersebut penulis dapat membiasakan diri melakukan perbaikan pembelajaran di dalam kelas untuk mencapai ketuntasan belajar siswa.
3.         Manfaat perbaikan pembelajaran bagi sekolah
Apabila guru mau melaksanakan perbaikan pembelajaran pada tiap materi pokok yang belum mencapai tingkat ketuntasan hasil belajar siswa hingga 85%, penulis berkeyakinan kualitas pembelajaran meningkat serta prestasi siswa juga meningkat dan secara umum nama harum sekolah di mata masyarakat juga baik. Dan pada akhirnya masyarakat akan peduli terhadap sekolah. Bila rasa peduli sudah tertanam di hati masyarakat, sekolah akan mudah menjalin kerjasama yang saling menguntungkan. Sekolah akan berkembang secara dinamis seiring tuntutan kebutuhan masyarakat luas.



Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi Telp/SMS/WA: 0857 2891 6006