Senin, 03 Desember 2012

PTK SMP 102 UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA BERBICARA BAHASA INDONESIA SELAMA KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR



UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA BERBICARA BAHASA INDONESIA SELAMA KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS VII A SMP NEGERI 9 SUMEDANG

BAB I
PENDAHULUAN

A.        Latar Belakang Masalah
Sejak Sumpah Pemuda dikumandangkan tanggal 28 Oktober 1928, bahasa Indonesia telah diikrarkan menjadi bahasa kesatuan dan bahasa Nasional, bahkan kedudukan bahasa Indonesia tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945, Bab XV pasal 36, sebagai bahasa Negara, bahasa resmi kenegaraan, sebagai alat pemersatu bangsa, sebagai bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pemerintahan, bahasa pengembang ilmu pengetahuan serta teknologi modern.
Di sekolah, bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran yang wajib di ikuti para siswa, dengan materi pokok meliputi empat keterampilan berbahasa yaitu membaca, berbicara, mendengarkan dan menulis, yang dikembangkan secara terpadu.
Setiap pembelajaran, siswa diperlukan sebagai subyek utama dan guru berperan sebagai fasilitator. Dalam mengembangkan keterampilan berbahasa, khsusunya keterampilan berbicara, diharapkan siswa mampu memahami dan dapat mengungkapkan informasi, pikiran dan perasaannya, sehingga terjadi interaksi yang aktif antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru. Setiap siswa dituntut untuk mampu berbicara secara aktif dan terlihat langsung dalam proses pembelajaran. Namun kenyataannya, sulit sekali meningkatkan keaktifan siswa berbicara PBM.
Aktifitas siswa dalam berbicara dengan menggunakan bahasa Indonesia selama kegiatan pembelajaran, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti minimnya penguasaan kosa kata, malu untuk mengemukakan pendapat, adanya rasa takut salah, adanya pengaruh bahasa ibu yang sangat dominan dalam kehidupan sehari-hari, atau kurang tepatnya guru dalam menentukan metoda pendekatan yang digunakan dalam kegiatan belajar.
Berdasarkan uraian tersebut di atas, penulis mencoba untuk mengkaji upaya-upaya seperti yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keaktifan siswa berbicara menggunakan bahasa Indonesia selama kegiatan belajar mengajar (KBM).

B.        Rumusan Masalah
Sejatinya, belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi sehingga terjadi interaksi. Demikian juga belajar bahasa Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia secara baik dan benar.
Dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, komunikasi dan interaksi siswa dengan siswa, siswa dengan guru, kerapkali terganggu karena rendahnya aktifitas siswa dalam berbicara Indonesia. Salah satu faktor yang diduga sebagai penyebab terjadinya hal tersebut di atas adalah kurang tepatnya pendekatan yang diterapkan guru dalam kegiatan belajar mengajar.
Oleh karena itu, dalam penelitian ini kami mencoba merumuskan permasalahan sebagai berikut:
“Apakah pendekatan kontekstual dengan penggunaan media gambar dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam berbicara bahasa Indonesia selama kegiatan belajar mengajar berlangsung di kelas VII A SMP Negeri 9 Sumedang?”

C.        Tindakan yang dilakukan
Dalam upaya meningkatkan keaktifan siswa berbicara bahasa Indonesia secara baik dan benar selama KBM berlangsung dengan pendekatan kontekstual adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, dengan tujuan agar pembelajaran lebih produktif dan bermakna.
Pelaksanaan tindakan dalam penelitian ini akan dilakukan melalui pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan perencanaan tindakan yang terbagi dalam tiga siklus penelitian. Setiap siklus pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahap pembelajaran.
Siklus pertama, pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual melalui media gambar. Guru mengabsen dan mengkondisikan kelas, bertanya tentang pengalaman membaca cerita yang menarik melalui cerita bergambar menjelaskan tujuan pembelajaran, membentuk kelompok diskusi dan membagikan buku-buku gambar cerita yang menarik. Para siswa mendiskusikan tugas yang telah diterima dan setiap kelompok menunjuk perwakilan untuk mempresentasikannya di depan kelas, kelompok lain menanggapi pokok-pokok cerita dari gambar cerita tersebut. Pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan tahapan-tahapan skenario pembelajaran. Penilaian authentik dilaksanakn untuk mengukur pemahaman dari materi yang sedang disajikan. Secara rinci tertuang dalam skenario pembelajaran pertemuan pertama (terlampir).
Siklus kedua, sama dengan siklus pertama dimana pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual dengan media gambar cerita dengan tahapan-tahapan skenario pembelarannya. Penilaianpun masih penilaian authentik. Secara rinci tertuang dalam rencana pembelajaran pertemuan kedua (terlampir).
Siklus ketiga juga sama dengan siklus sebelumnya, di mana pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual, melalui media gambar cerita, dengan tahapan-tahapan skenario pembelajarannya. Penilaian, prosespun dilaksanakan pada siklus ketiga ini dan diakhir kegiatan ulangan harian sebagai alat penguji daya serap terhadap materi yang sudah disajikan. Secara rinci skenario pembelajaran dijelaskan pada rencana pembelajaran pertemuan ketiga (terlampir).

D.        Hipotesa Tindakan
Sebelum melaksanakan tindakan penelitian, peneliti berasumsi bahwa dengan menggunakan pendekatan kontekstual melalui media gambar akan meningkatkan keaktifan siswa berbicara bahasa Indonesia yang baik dan benar selama kegiatan belajar mengajar di kelas VII A SMP Negeri 9 Sumedang.

E.        Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.         Tujuan Penelitian
a.   Meningkatkan keaktifan siswa dalam berbicara bahasa Indonesia yang baik dan benar selama KBM.
b.   Meningkatkan keberanian siswa dalam menggunakan bahasa Indonesia di berbagai kegiatan berbahasa.
c.   Meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa
d.   Meningkatkan keterampilan guru dalam menentukan pendekatan pembelajaran sehingga anak senang, aktif dalam berbicara selama kegiatan belajar.

2.         Manfaat Penelitian
Bagi siswa
a.   Memiliki kemauan dan kemampuan untuk aktif berbicara dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar selama KBM.
b.   Memiliki keberanian dalam menggunakan bahasa Indonesia di berbagai kegiatan berbahasa
Bagi Guru
a.   Meningkatkan kualitas proses belajar mengajar
b.   Meningkatkan keterampilan dalam menentukan pendekatan pembelajaran
c.   Meningkatkan motivasi, proses dan hasil belajar siswa
d.   meningkatkan minat melakukan penelitian tindakan kelas

F.         Lingkup Penelitian
Dalam KBM masih banyak kendala yang dihadapi guru, terutama bagaimana upaya guru dalam memilih strategi mengajar yang baik sehingga siswa mampu belajar bahasa Indonesia dengan baik dan menyenangkan serta memotivasi siswa untuk mau belajar lebih baik sehingga mutu pendidikan meningkat.
Kendala-kendala yang dihadapi guru di antaranya dukungan sarana dan prasarana yang kurang memadai, juga keterbatasan guru untuk menumbuhkan kemauan dan kemampuan siswa dalam pelaksanaan KBM dengan model dan pendekatan yang bervariasi sehingga dalam melaksanakan pembelajaran kurang terencana dan akibatnya hasilnya kurang baik pula.
Penulis mencoba menyajikan satu model pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual dengan harapan dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam berbicara bahasa Indonesia yang baik dan benar selama KBM berlangsung, sehingga pada akhirnya kegiatan berbahasa dalam keterampilan berbicara dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk memperjelas lingkup penelitian ini, beberapa istilah yang muncul dijelaskan sebagai berikut:
1.         Belajar adalah proses perubahan perilaku dikarenakan pengalaman dan latihan. Artinya, tujuan kegiatan-kegiatan belajar adalah perubahan tingkah laku yang menyangkut pengetahuan, keterampilan maupun sikap yang meliputi segenap aspek organisasi atau pribadi.
2.         Mengajar adalah menambahkan pengetahuan sebanyak-banyaknya dalam diri anak didik, usaha menyampaikan kebudayaan, menata berbagai kondisi belajar secara pantas.
3.         Metoda mengajar (pendekatan) adalah suatu pengetahuan tentang tata cara mengajar yang dipergunakan oleh seorang guru (teknik penyajian yang dikuasai guru untuk menyajikan bahan pelajaran kepada siswa di dalam kelas).

DAFTAR PUSTAKA
Budimansah, Dasim. 2002. Model Pembelajaran dan Penilaian Porto Folio. PT Genesindo. Bandung

Departemen Pendidikan Nasional R I. 2002. Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning). Jakarta.

Permadi, Dadi. 2001. Manajemen Berbasis Sekolah dan Kepemimpinan Mandiri Kepala Sekolah. PT Sarana Panca Karya. Bandung.

Pusat Kurikulum, Balitbang Depdiknas. 2002. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta

Ridwan Sa’adah. 2002. Penelitian Tindakan Kelas. Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat. Bandung

Suyanto, K E., Kasihani. Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam Pengajaran dan Pembelajaran Bahasa . Fakultas Sastra, Universitas Malang, Malang.

Suyanto, K E., Kasihani. 2003. Authentic Assessment. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat PLP, Depdiknas. Jakarta


Untuk mendapatkan file lengkap (Ms.Word/pdf) 
hubungi : 0857 2891 6006

0 komentar:

Poskan Komentar