Tampilkan postingan dengan label Penelitian Tindakan Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penelitian Tindakan Sekolah. Tampilkan semua postingan
PELAKSANAAN
SUPERVISI AKADEMIK UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENGEMBANGKAN RPP BERKARAKTER
DI GUGUS II .................. UPTD DIKPORA KECAMATAN .................. SEMESTER
I TAHUN PELAJARAN 2011/2012
ABSTRAK
Tujuan dari
dilaksanakannya penelitian ini
adalah untuk mengetahui hal-hal
sebagai berikut: (1)
Peningkatan aktivitas supervisi
akademik di gugus II .................. UPTD Dikpora
Kecamatan .................. tahun pelajaran
2010/2011; (2) Peningkatan kemampuan
guru dalam mengembangkan pendekatan pembelajaran yang
berpusat pada siswa
di gugus II .................. UPTD Dikpora
Kecamatan .................. tahun pelajaran
2010/2011.
Lokasi penelitian adalah
gugus II .................. UPTD
Dikpora Kecamatan .................. Kecamatan Sidoharjo
Kabupaten Wonogiri. Penenilitian ini
merupakan penelitian tindakan
sekolah, yaitu penelitian yang
dilakukan untuk menemukan
proses tpenyelenggaraan pendidikan yang
paling seuai dengan
kondisi sekolah. Penelitian dilakukan
dengan dua siklus,
yaitu siklus I dan II.
Analisis data dilakukan
dengan metode kualitatif. Subyek
penelitian adalah guru
dan kepala sekolah.
Berdasarkan atas hasil penbelitian tindakan
sekolah yang dilakuakn, dapat
dibuat kesimpulan sebagai
berikut: (1) Pelaksanaan supervisi
akademik yang berfokus
pada masalah peningkatan keamampuan guru
dalam mengembangkan pendekatan pembelajaran, khususnya
pendekatan pembelajaran yang
berpusat pada siswa,
mengalami peningkatan; (2)
Terjadi peningkatan kemampuan
guru dalam mengembangkan pendekatan pembelajaran, khususnya
pada pendekatan yang
berpusat pada siswa.
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Pendidikan memiliki
fungsi untuk membangun
peserta didik menjadi
manusia yang beriman
dan bertakwa kepada
Tuhan yang Maha
Esa, berakhlak mulia,
sehat, berilmu, kreatif
mandiri. Sejak awal
tahun 1980-an yakni
ketika kebutuhan hidup
masyarakat mulai mudah
diperoleh dibandingkan masa
secara tegas untuk
mulai membangun pendidikan secara
terencana.
Berdasarkan sejarah
peradaban berbagai bangsa,
menunjukkan bahwa negara-negara yang
bersedia menempatkan prioritas
penting sektor pendidikan dalam
proses pembangunan bangsanya, saat
ini sudah menjadi
negara yang berada
dalam keadaan yang
makmur dan menguasai
berbagai macam ragam
ilmu pengetahuan dan
teknologi yaitu Negara
Amerika Serikat, Eropa
Barat, Kanada, dan
Jepang. Negara-negara ini
pada awalnya pembangunan bangsanya
menempatkan pendidikan pada
tingkat prioritas yang
tinggi, hal itu
dilakukan karena mereka
kakin bahwa hanya
dengan melalui proses
dan pembangunan sektor
pendidikan secara berkesinambungan, peningkatan kualitas
pendidikan dilakukan secara
signifikan (Masbid, 2010:
2). Kualitas pendidikan pada
gilirannya akan jauh
lebih penting jika
dibandingkan dengan pembangunan sarana
fisik maupun sumber
daya alam yang
tersedia di masing-masing daerah maupun negara.
Pendidikan merupakan pilar
peningkatan sumber daya
saing suatu bangsa.
Memperhatikan arti
penting pendidikan tidak
dapat dilepaskan dari
arti penting guru
dalam dunia pendidikan. Guru
merupakan seorang pendidik
sekaligus pengajar yang
dituntut secara langsung
berinteraksi dengan siswa.
Guru bahkan sering
dijadikan tokoh teladan
di lingkungan sekolah
maupun di luar
lingkungan sekolah, atau
untuk beberapa orang
sosok seorang guru
dijadikan tokoh identifikasi diri.
Guru merupakan penanggung jawab
proses belajar mengajar
yang berlangsung di
dalam kelas. Selain
itu, guru memiliki
peranan yang sangat
penting dalam menentukan kualitas
dan kuantitas pengajaran yang
dilaksanakannya.
Keberhasilan tujuan
pendidikan tidak terlepas
peran serta seorang
guru. Hamalik (2004)
menjelaskan bahwa guru
adalah suatu jabatan
professional, yang memiliki
peranan dan kompetensi professional. Sebab
guru yang berkompeten akan
lebih mampu menciptakan lingkungan belajar
yang efektif, menyenangkan dan
akan lebih mampu
mengelola kelasnya, sehingga
belajar para siswanya
berada pada tingkat
optimal.
Hasil belajar
merupakan salah satu
indicator guru yang
berkompeten. Slameto (2003)
menyatakan bahwa prestasi
belajar sebagai penguasaan pengetahuan atau
keterampilan yang dinyatakan dengan
nilai test atau
angka yang diberikan
guru. Hasil belajar
siswa adalah kemampuan
yang dicapai siswa
setelah proses belajar
mengajar berlangsung dalam
satu tahapan pembelajaran tertentu.
Jadi prinsipnya, hasil
belajar diperoleh karena
adanya proses belajar
dan mengajar.
Suatu hasil
belajar dapat dicapai
jika kompetensi seorang
guru juga berada
pada level yang
kompeten. Banyak penelitian yang
mengatakan bahwa antara
hasil belajar dengan
kompetensi seorang guru
memiliki hubungan yang
positif, artinya antara
keduanya sejalan. Untuk
mendapatkan hasil belajar
yang baik dibutuhkan kompetensi guru
yang baik pula,
demikian sebaliknya.
Kompetensi sendiri
merupakan pemilikan penguasaan keterampilan dan
kemampuan yang dituntut
olh jabatan seseorang. Seorang
calon guru harus
menguasai kompetensi guru
dan harus mengikuti
pendidikan khusus profesi
guru. Kompetensi keguruan
menunjukkan kualitas dan
kuantitas layanan pendidikan oleh
guru yang bersangkutan secara
terstandar. Guru akan
mampu melaksanakan tanggung
jawabnya apabila ia
memiliki berbagai kemampuan
yang relevan dengan
tuhas dan tanggung
jawab tersebut (Sudjana, 2002).
Menurut Sudjana
(2002), salah satu
kompetensi guru yang
penting adalah kompetensi perilaku
atau performance artinya
kemampuan guru dalam
berbagai keterampilan atau
berperilaku, seperti keterampilan mengajar,
membimbing, menilai, menggunakan alat
bantu pengajaran, berkomunikasi dengan
siswa, keterampilan menyusun
persiapan atau perencanaan mengajar.
Terkait dengan kompetensi ini,
terlihat masih muncul
berbagai kendala dimana
masih banyak guru
yang belum mampu
mengembangkan atau menyusun
perencanaan pembelajaran. Dalam
rangka mengimplementasikan pogram
pembelajaran yang sudah
dituangkan di dalam
silabus, guru harus
menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
RPP merupakan pegangan
bagi guru dalam
melaksanakan pembelajaran baik
di kelas, laboratorium, dan/atau
lapangan untuk setiap
Kompetensi dasar. Oleh
karena itu, apa
yang tertuang di
dalam RPP memuat
hal-hal yang langsung
berkait dengan aktivitas
pembelajaran dalam upaya
pencapaian penguasaan suatu
Kompetensi Dasar.
Berdasarkan hasil
observasi awal di
wilayah Gugus II
RA Kartini UPTD
Dikpora Kecamatan Banjarsari Surakarta, masih
terdapat sekitar 30%
guru yang belum
mampu mengembangkan RPP
berkarakter dengan baik.
Pengembangan atau penyusunan RPP
berkarakter masih banyak
dilakukan dengan mencontoh
dari sekolah atau
dari guru lainnya,
dan bukan berdasarkan rancangan
sendiri yang disesuaikan dengan
panduan dari BSNP
dan dikembangkan dengan
analisis kebutuhan dan
keunggulan yang diharapkan. Sebagai
contoh, dalam menetapkan strategi
pembelajaran yang dituangkan dalam
RPP, guru tidak
melakukannya berdasarkan analisis
yang mantap, dimana
strategi pembelajaran seharusnya disesuaikan dengan
kondisi siswa, guru,
dan diperhitungkan dari
segi efektivitasnya mendukung
ketercapaia tujuan pembelajaran. Sebagai
dampaknya adalah muncul
berbagai hambatan dalam
mencapai daya saing
program-program pendidikan yang
disusun berdasarka perencanaan yang
instran dan tidak
mantap.
Mensikapi kondisi
tersebut, maka diperlukan adanya
program supervisi akademik
yang mampu menyelesaikan masalah
yang dialami guru,
sehingga diharapkan tujuan
pendidikan di seolah
akan tercapai dengan
baik.
Daresh (1989)
menjelaskan bahwa supervisi
akademik merupakan upaya
membantu guru-guru mengembangkan kemampuannya mencapai
tujuan pembelajaran. Dengan
demikian, esensi supervisi
akademik itu sama
sekali bukan menilai
unjuk kerja guru
dalam mengelola proses
pembelajaran, melainkan membantu
guru mengembangkan kemampuan
profesionalismenya.
Berdasarkan hal-hal
yang telah diuraikan, maka
dirasa perlu untuk
dilakukan penelitian tentang
“Pelaksanaan Supervisi
Akademik untuk Meningkatkan Kompetensi Guru
dalam Mengembangkan RPP
Berkarakter di Gugus
II RA Kartini
UPTD Dikpora Kecamatan
Banjarsari Surakarta Semester
I Tahun Pelajaran
2011/2012”.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan atas
latar belakang masalah
yang telah diuraikan, dapat
diidentifikasi adanya permasalahan sebagai
berikut:
1.
Masih terdapat 30%
guru di gugus
II RA Kartini
UPTD Dikpora Kecamatan
Banjarsari Surakarta yang
beleum mampu mengembangkan atau
menusun RPP berkarakter dengan
baik.
2.
Muncul berbagai hambatan
yang dialami sekolah-sekolah dasar
di gugus II
RA Kartini UPTD
Dikpora Kecamatan Banjarsari Surakarta
dalam mencapai daya
saing program-program pendidikan yang
disusun berdasarka perencanaan yang
instran dan tidak
mantap.
C. Ruang
Lingkup Penelitian
Pelaksanaan penelitian ini
dikembangkan sebatas pada
masalah langkah-langkah pelaksanaan supervisi
akademik oleh pengawas
sekolah di Gugus
II RA Kartini
UPTD Dikpora Kecamatan
Banjarsari Surakarta Semester
I Tahun Pelajaran
2011/2012 untuk meningkatkan kemampuan
guru dalam mengembangkan RPP
berkarakter.
D. Rumusan
Masalah
Berdasarkan atas
latar belakang masalah
dan identifikasi masalah
yang telah diuraikan, dibuat
rumusan masalah penelitian sebagai
berikut:
1. Bagaimanakah pelaksanaan supervisi
akademik untuk meningkatkan kompetensi guru
di Gugus II
RA Kartini UPTD
Dikpora Kecamatan Banjarsari Surakarta
Semester I Tahun
Pelajaran 2011/2012 dalam
mengembangkan RPP berkarakter?
2. Apakah terjadi
peningkatan kemampuan guru
di Gugus II
RA Kartini UPTD
Dikpora Kecamatan Banjarsari Surakarta
Semester I Tahun
Pelajaran 2011/2012 dalam
mengembangkan RPP berkarakter?
E. Tujuan
Penelitian
Adapun tujuan
dari dilaksanakannya penelitian ini
adalah untuk mengetahui hal-hal
sebagai berikut:
1. Langkah pelaksanaan supervisi
akademik untuk meningkatkan kompetensi guru
di Gugus II
RA Kartini UPTD
Dikpora Kecamatan Banjarsari Surakarta
Semester I Tahun
Pelajaran 2011/2012 dalam
mengembangkan RPP berkarakter.
2. Besarnya peningkatan kemampuan
guru di Gugus
II RA Kartini
UPTD Dikpora Kecamatan Banjarsari Surakarta
Semester I Tahun
Pelajaran 2011/2012 dalam
mengembangkan RPP berkarakter.
F. Manfaat
Penelitian
Hasil penelitian diharapkan dapat
memberikan manfaat dalam
dua aspek sebagai
berikut:
1.
Aspek Teoritis
Hasil penelitian diharapkan dapat
meningkatkan khasanah pengetahuan dalam
bidang supervisi pendidikan untuk
meningkatkan kompetensi guru
di sekolah.
2.
Aspek Praktis
a.
Untuk Sekolah
Hasil penelitian diharapkan dapat
memberikan masukan tentang
strategi peningkatan kompetensi guru
di sekolah melalui
pengembangan supervisi akademik.
b.
Bagi Guru
Hasil
penelitian diharapkan dapat
memberikan masukan pada
guru tentang prosedur
pengembangan RPP berkarakter yang
benar-benar sesuai dengan
acuan yang telah
ditetapkan.
DAFTAR PUSTAKA
Soripada. 2007. Konsep Sekolah
Model dan Intrumen
Verifikasi Sekolah Model
SMA. www.psb-psma.org diakses
pada 25 Juli
2009.
Blumberg, Hansen. 1974.
The Human
Side Of Relationships Between
Supervisors And Teachers
To Understand Their
Interactions. Human Resource
Journal Vol 11.
January, 1974
Vincent Gaspersz. 2000.
Manajemen Produktivitas Total. Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama
Kusnan. 2009. Urgensi Supervisi
Akademik Bagi Dosen
Di Institusi Pendidikan Tinggi. http://pendidikantinggi.hostei.com/produk/1-kusnan.pdf
Igneel. 2009. Supervisi Pendidikan. http://dikot.blogspot.com/2009/11/supervisi-pendidikan.html. Diakses
pada 25 Juli
2009
Sahertian, Piet A.
Konsep Dasar dan
Teknik Supervisi Pendidikan : Dalam Rangka
Pengembangan Sumber Daya
Manusia. Jakarta: Penerbit
Rineka Cipta, 2000.
Syaiful Sagala. 2010.
Supervisi Pembelajaran dalam
Profesi Pendidikan. Bandung:
Alfabeta
Ngalim Purwanto. 2009.
Administrasi dan
Supervisi Pendidikan. Bandung:
Remaja Rosdakarya
H.A. Syamsudin Makmun.
2005. Psikologi Kependidikan. Bandung:
Remaja Rosdakarya
Suharsimi Arikunto. 1997.
Prosedur Penelitian. Jakarta:
Rineka Cipta
Budiyono. 2007. Motede Statistik
untuk Penelitian. Surakarta: Universitas Sebelas
Maret
Sudjana. 2002. Metoda Statistika. Bandung:
Tarsito
Herman R. Soetisna.
2007. Pengukuran Produktivitas. Bandung:
Laboratorium PSK&E TI-ITB
Komarudin. 2004. Manajemen Pengawasan Kualitas
Terpadu. Jakarta: Rajawali,
Gomes, Faustino Cardoso.
2002. Manajemen Sumberdaya Manusia. Yogyakarta: Andi
offset.
Puslitjaknov, 2008. MetodePenelitian Pengembangan. Jakarta:
Depdiknas
Sinungan, Muchdarsyah. 2003.
Produktivitas, Apa
dan Bagaimana. Jakarta:
Bumi Aksara.
H.A.R Tilaar. 1999.
ParadigmaBaru Pendidikan Nasional. Jakarta:
Rineka Cipta
Bogdan, R..C.
& Biklen, S.K.
1982. Qualitative Research
for Education. Boston:Allyn &
Bacon Inc.
Danim, Sudarwan.
2002. Inovasi Pendidikan. Bandung: Pustaka
Setia.
Danim, Sudarwan.
2010. Kepemimpinan Pendidikan. Bandung:
Alfabeta
Depdiknas. 2001.
Kurikulum Sekolah Dasar.
Jakarta: Depdiknas.
Dediknas. 2003.
Undang-Undang R I Nomor 20
Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Bandung: Citra Umbara.
Supriadi, D.
2000. Reformasi Pendidikan Dalam
Konteks Otonomi Daerah.
Yogyakarta: Adicita.
Depdiknas. 2004.
Pola Pembinaan Sistem
Pendidikan Tenaga Kependidikan PGSD.
Jakarta: Depdiknas.
Depdiknas. 2005.
Undang-Undang RI Nomor
14 Tentang Guru
Dan Dosen. Jakarta: Depdiknas.
Depdiknas. 2006.
Standar Kompetensi Guru
Kelas SD/MI Lulusan
S 1 PGSD.
Jakarta: Depdiknas.
Depdiknas.2008. StanPembangunan Pendidkan
Nasional. Jakarta: Depdiknas.
Goetz, J.P.
& Comte, LMD.
1984. Ethnography and
Qualitative Design And
Educational Research. New
York: Academy Press
Inc.
Hasan, S.H.
2004. Kurikulum dan
Tujuan Pendidikan. Bandung: Pasca
Sarjana UPI.
Hatten, K.J.
& Rosenthal, S.R.
2001. Reaching for
the Knowledge Edge.
New York: Amrican
Management Association.
Manisera, Marica., Dusseldrp, E.,
and Kooij, A.J.
Van. 2005. Component Structure
of Job Satisfaction Based
on Herzberg’s Theory. Italy:
Leiden University
Sukmadinata, Nana Saodih,2009. Landasan Psikologi
Proses Pendidikan. Bandung:
Remaja Rosdakarya
Untuk mendapatkan file
lengkap (Ms.Word/pdf)
hubungi : 0857
2891 6006
UPAYA
MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU GUGUS ………..
UPTD DIKPORA KECAMATAN ………… KOTA ……… DALAM MEMOTIVASI BELAJAR SISWA
ABSTRAK
UPAYA
MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU GUGUS ………..
UPTD DIKPORA KECAMATAN ………… KOTA ……… DALAM MEMOTIVASI BELAJAR SISWA
Tujuan dari dilaksanakannya
penelitian ini adalah untuk mengetahui hal-hal sebagai berikut: (1) Deskripsi langkah-langkah supervisi kelompok untuk guru dalam
mengembangkan evaluasi pembelajaran siswa di Gugus ............... UPTD Dikpora
Kecamatan .......... Kota ............; (2) Deskripsi besarnya peningkatan kemampuan guru
di Gugus ............... Kecamatan ..........
Kota ............ dalam mengembangkan program evaluasi
pembelajaran siswa.
Penelitian ini merupakan
penelitian tindakan sekolah, yang dilaksanakan untuk memperbaiki kompetensi
guru dalam mengembangkan perangkat evaluasi pembelajaran. Penelitian
dilaksanakan di Gugus ............... UPTD Dikpora Kecamatan .......... Kota
............, pada semester I tahun pelajaran 2012/2013. Pendekatan penelitian
adalah pendekatan kualitatif, yaitu menguraikan fakta dan hubungan antar fakta
penelitian secara tekstual sehingga mudah dipahami pembaca secara umum.
Berdasarkan atas hasil penbelitian tindakan sekolah
yang dilakuakn, dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut: (1) Pelaksanaan supervisi dengan teknik
kelompok untuk meningkatkan kemampuan guru mengembangkan evaluasi pembelajaran
dilakukan dengan tiga tahapan utama, yaitu tahapan (a) Penanaman konsep
evaluasi pembelajaran dan indikator pengukuran kualitas evaluasi pembelajaran.
Hal ini diselenggarakan pada pertemuan pra observasi; (b) Pelatihan dan
pengukuran evaluasi pembelajaran. Hal ini diselenggarakan pada pertemuan
observasi; (c) Evaluasi dan problem solving permasalahan dalam pengembangan
evaluasi pembelajaran guru; (2) Terjadi peningkatan kemampuan guru
mengembangkan perangkat evaluasi pembelajaran yang sesuai dengan konsep-konsep
di dunia kependidikan
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Keberhasilan proses pembelajaran
di sekolah merupakan hal yang selalu diharapkan oleh sekolah maupun pendidik di
sekolah dalam rangka mencapai tujuan penyelenggaraan pendidikan secara optimal.
Berbagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa di sekolah banyak ditempuh
melalui langkah-langkah tertentu yang bersifat meningkatkan pengaruh faktor positif
dan menekan pengaruh faktor-faktor negatif yang berpengaruh terhadap hasil pembelajaran
siswa. Menurut Sumaryati (2008), langkah-langkah yang banyak ditempuh guru diantaranya
adalah penyelenggaraan berbagai model atau metode pembelajaran yang berpusat pada
aktivitas siswa (student centered teaching),
meningkatkan motivasi belajar siswa, mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran,
dan langkah-langkah positif lainnya.
Pemberian motivasi belajar
pada siswa merupakan hal yang sangat urgen yang tidak kalah pentingnya dengan penyelenggaraan
model pembelajaran yang berpusat pada siswa. Heryani (2007) dalam penelitiannya
tentang Pengaruh model pembelajaran terhadap hasil pembeljaran ditinjau dari motivasi
belajar siswa untuk sekolah di wilayah Surakarta, menunjukkan hasil bahwa kontrol
yang diberikan motivasi belajar sangat tinggi, dimana pengembangan model pembelajaran
kurang mampu mempengaruhi hasil belajar siswa secara signifikan pada siswa yang
bermotivasi belajar rendah. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi belajar merupakan
faktor kontrol terhadap keberhasilan proses pembelajaran yang tak bisa diabaikan,
sehingga perhatian guru terhadap motivasi belajar harus tetap tinggi.
Berdasarkan survay penfahuluan
yang dilakukan di tiga sekolah di Gugus ............... Surakarta, menunjukkan bahwa
85% guru kurang mampu memberikan motivasi belajar siswa. Indikator yang ditemukan
adalah: (a) Banyak siswa baik dalam proses pembelajaran eksakta maupun non eksakta
memiliki ketertarikan (interest) yang rendah terhadap proses pembelajaran, dimana
siswa tersebut mengutamakan kehadirannya di kelas daripada mengikuti proses pembelajaran
dengan serius, (b) Langkah guru dalam memberikan motivasi hanya berkutat dalam memberikan
hukuman (motivasi negatif) terhadap ketidakseriusan siswa dalam mengikuti proses
pembelajaran, dengan hampir tidak mengupayakan pemberian motivasi positif, (c) Banyak
siswa yang merasa riang ketika terjadi jam kosong.
Kondisi tersebut perlu
segera mendapat penanganan, yaitu dengan meningkatkan kemampuan guru dalam memberikan
motivasi belajar pada siswa. Hal ini merupakan tugas dari supervisi akademik. Supervisi
akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola
proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran (Daresh, 1989, Glickman,
et al; 2007). Dengan demikian, esensi supervisi akademik itu sama sekali bukan
menilai kinerja guru dalam mengelola proses pembelajaran, melainkan membantu guru
mengembangkan kemampuan profesionalismenya. Tujuan supervisi akademik adalah membantu
guru mengembangkan kompetensinya, mengembangkan kurikulum, mengembangkan kelompok
kerja guru, dan membimbing penelitian tindakan kelas (Glickman, 2007). Dengan demikian, mengembangkan kemampuan
guru dalam mengembangkan kompetensinya mensukseskan proses pembelajaran di kelas
melalui upaya pemberian motivasi belajar adalah salah satu tugas dari supervisi
akademik oleh supervisor.
Berdasarkan atas konsep-konsep
dan kondisi yang ditemukan di lapangan, maka dirasa perlu untuk dilakukan penelitian
tentang “Upaya meningkatkan
kemampuan guru gugus ............... UPTD Dikpora Kecamatan .......... Kota
............ dalam memotivasi belajar siswa”.
B.
Identifikasi Masalah
Berdasarkan atas latar belakang masalah yang telah diuraikan, dapat diidentifikasi
adanya permasalahan sebagai berikut:
1.
Pengembangan model pembelajaran kurang
mampu mempengaruhi hasil belajar siswa secara signifikan pada siswa yang bermotivasi
belajar rendah
2.
Terdapat. 85% guru di Gugus ...............
Kecamatan .......... Kota ............ yang kurang mampu memberikan motivasi belajar
siswa.
C.
Ruang Lingkup Penelitian
Pelaksanaan
penelitian ini dikembangkan sebatas pada masalah bentuk-bentuk dan proses pelaksanaan
pemberian supervisi akademik oleh kepala sekolah untuk meningkatkan motivasi kerja
guru.
D.
Rumusan Masalah
Berdasarkan atas latar
belakang masalah dan identifikasi masalah yang telah diuraikan, dibuat rumusan masalah
penelitian sebagai berikut:
1.
Bagaimanakah
langkah-langkah untuk meningkatkan kemampuan guru di guru di Gugus ............... Kecamatan .......... Kota ............
dalam memberikan motivasi belajar pada siswa?
2.
Seberapa besar
peningkatan kemampuan guru
di Gugus ............... Kecamatan .......... Kota ............ dalam memberikan motivasi belajar siswa?
E.
Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari dilaksanakannya
penelitian ini adalah untuk mengetahui hal-hal sebagai berikut:
1.
Deskripsi langkah-langkah
untuk meningkatkan kemampuan guru di guru
di Gugus ............... Kecamatan .......... Kota ............ dalam memberikan motivasi belajar pada siswa.
2.
Deskripsi besarnya peningkatan kemampuan guru
di Gugus ............... Kecamatan .......... Kota ............ dalam memberikan motivasi belajar siswa.
F.
Manfaat Penelitian
Hasil penelitian diharapkan
dapat memberikan manfaat dalam dua aspek sebagai berikut:
1.
Aspek Teoritis
Hasil penelitian diharapkan dapat menambah
wawasan keilmuan bidang kependidikan, khususnya terkait dengan bidang supervisi
pendidikan.
2.
Aspek Praktis
a.
Untuk Sekolah
Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan
masukan tentang pentingnya upaya peningkatan kemampuan guru dalam memberikan motivasi
belajar siswa.
b.
Bagi Guru
Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan masukan
pada guru tentang langkah-langkah teknis pemberian motivasi belajar pada siswa.
DAFTAR
PUSTAKA
Alwasilah, et al. (1996). Glossary of educational Assessment Term. Jakarta:Ministry of
Education and Culture.
Arikunto, S & Jabar. 2004. Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
Calongesi, J.S. 1995. Merancang Tes untuk Menilai Prestasi Siswa. Bandung : ITB
Kumano, Y. 2001. Authentic
Assessment and Portfolio Assessment-Its Theory and Practice. Japan:
Shizuoka University.
Lehmann, H. (1990). The
Systems Approach to Education. Special Presentation Conveyed in The
International Seminar on Educational Innovation and Technology Manila.
Innotech Publications-Vol 20 No. 05.
Stiggins, R.J. (1994). Student-Centered Classroom Assessment. New York : Macmillan College
Publishing Company
Tayibnapis, F.Y. (2000). Evaluasi Program. Jakarta: Rineka Cipta
Zainul dan Nasution. (2001). Penilaian Hasil belajar. Jakarta: Dirjen Dikti. Share this:
Umam, Khaerul. 2010. Perilaku Organisasi. Bandung: Pustaka Setia
Yusron Dahlan. 2009. Faktor–Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas.http://dahlanforum.wordpress.com/2009/06/27/faktor-faktor-yang-dapat-mempengaruhi-produktivitas/.
Diakses pada 25 Juli 2009
Soripada. 2007. Konsep Sekolah Model dan Intrumen Verifikasi Sekolah Model SMA. www.psb-psma.org diakses pada 25 Juli 2009.
Blumberg, Hansen. 1974. The Human Side Of Relationships Between Supervisors
And Teachers To Understand Their Interactions. Human Resource Journal Vol 11.
January, 1974
Vincent Gaspersz. 2000. Manajemen Produktivitas Total. Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama
Kusnan. 2009. Urgensi Supervisi Akademik Bagi Dosen Di Institusi Pendidikan Tinggi.
http://pendidikantinggi.hostei.com/produk/1-kusnan.pdf
Igneel. 2009. Supervisi Pendidikan. http://dikot.blogspot.com/2009/11/supervisi-pendidikan.html.
Diakses pada 25 Juli 2009
Sahertian, Piet A. Konsep Dasar dan
Teknik Supervisi Pendidikan : Dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Jakarta: Penerbit Rineka Cipta, 2000.
Syaiful Sagala. 2010. Supervisi Pembelajaran dalam Profesi Pendidikan.
Bandung: Alfabeta
Ngalim Purwanto. 2009. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung:
Remaja Rosdakarya
H.A. Syamsudin Makmun. 2005. Psikologi Kependidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya
Suharsimi Arikunto. 1997. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta
Budiyono. 2007. Motede Statistik untuk Penelitian. Surakarta: Universitas Sebelas Maret
Sudjana. 2002. Metoda Statistika. Bandung: Tarsito
Herman R. Soetisna. 2007. Pengukuran Produktivitas. Bandung: Laboratorium
PSK&E TI-ITB
Komarudin. 2004. Manajemen Pengawasan Kualitas Terpadu. Jakarta: Rajawali,
Gomes, Faustino Cardoso. 2002. Manajemen Sumberdaya Manusia. Yogyakarta:
Andi offset.
Puslitjaknov, 2008. MetodePenelitian Pengembangan. Jakarta: Depdiknas
Sinungan, Muchdarsyah. 2003. Produktivitas, Apa dan Bagaimana. Jakarta:
Bumi Aksara.
H.A.R Tilaar. 1999. ParadigmaBaru Pendidikan Nasional. Jakarta:
Rineka Cipta
Bogdan,
R..C. & Biklen, S.K. 1982. Qualitative Research for Education. Boston:Allyn
& Bacon Inc.
Danim,
Sudarwan. 2002. Inovasi Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.
Danim,
Sudarwan. 2010. Kepemimpinan Pendidikan.
Bandung: Alfabeta
Depdiknas.
2001. Kurikulum Sekolah Dasar. Jakarta: Depdiknas.
Dediknas.
2003. Undang-Undang R I Nomor 20 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Bandung:
Citra Umbara.
Supriadi, D. 2000. Reformasi Pendidikan Dalam Konteks Otonomi Daerah. Yogyakarta:
Adicita.
Depdiknas. 2004. Pola Pembinaan Sistem Pendidikan Tenaga Kependidikan PGSD. Jakarta:
Depdiknas.
Depdiknas. 2005. Undang-Undang RI Nomor 14 Tentang Guru Dan Dosen. Jakarta: Depdiknas.
Depdiknas. 2006. Standar Kompetensi Guru Kelas SD/MI Lulusan S 1 PGSD. Jakarta:
Depdiknas.
Depdiknas.2008.
StanPembangunan Pendidkan Nasional. Jakarta: Depdiknas.
Goetz,
J.P. & Comte, LMD. 1984. Ethnography and Qualitative Design And Educational
Research. New York: Academy Press Inc.
Hasan,
S.H. 2004. Kurikulum dan Tujuan Pendidikan. Bandung: Pasca Sarjana UPI.
Hatten,
K.J. & Rosenthal, S.R. 2001. Reaching for the Knowledge Edge. New York:
Amrican Management Association.
Manisera, Marica.,
Dusseldrp, E., and Kooij, A.J. Van. 2005. Component
Structure of Job Satisfaction Based on Herzberg’s Theory. Italy: Leiden University
Slade, L.A. and
Rush, M. 1991.Achievement Motivation and Dynamics
of Task Difficulty Choices. Journal of Personality and Society Psychology Vol
6 No 1, 165-172.
Sukmadinata, Nana Saodih,2009. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung:
Remaja Rosdakarya
Williams, J.K.
2003. Maslow’s Hierarchy
of Needs and Alderfer’s ERG Theory. London: SLC
Untuk
mendapatkan file PTK / Skripsi / Thesis lengkap
dalam
format Ms. Word.
Hubungi
: 0857 2891 6006
PTS 042 UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU GUGUS ……….. UPTD DIKPORA KECAMATAN ………… KOTA ……… DALAM MEMOTIVASI BELAJAR SISWA
Unknown
13.46
PELAKSANAAN
SUPERVISI KELOMPOK UNTUK GURU DALAM MENGEMBANGKAN EVALUASI PEMBELAJARAN SISWA
DI
GUGUS II RA KARTINI UPTD DIKPORA KECAMATAN BANJARSARI SURAKARTA
ABSTRAK
PELAKSANAAN
SUPERVISI KELOMPOK UNTUK GURU DALAM MENGEMBANGKAN EVALUASI PEMBELAJARAN SISWA
DI GUGUS II RA KARTINI UPTD DIKPORA KECAMATAN BANJARSARI SURAKARTA
Tujuan dari dilaksanakannya
penelitian ini adalah untuk mengetahui hal-hal sebagai berikut: (1) Deskripsi langkah-langkah supervisi kelompok untuk guru dalam
mengembangkan evaluasi pembelajaran siswa di Gugus II RA Kartini UPTD Dikpora
Kecamatan Banjarsari Surakarta; (2) Deskripsi besarnya peningkatan kemampuan guru di Gugus II RA Kartini Kecamatan Banjarsari Surakarta dalam mengembangkan
program evaluasi pembelajaran siswa.
Penelitian ini merupakan
penelitian tindakan sekolah, yang dilaksanakan untuk memperbaiki kompetensi
guru dalam mengembangkan perangkat evaluasi pembelajaran. Penelitian
dilaksanakan di Gugus II RA Kartini UPTD Dikpora Kecamatan Banjarsari Surakarta,
pada semester I tahun pelajaran 2012/2013. Pendekatan penelitian adalah
pendekatan kualitatif, yaitu menguraikan fakta dan hubungan antar fakta
penelitian secara tekstual sehingga mudah dipahami pembaca secara umum.
Berdasarkan atas hasil penbelitian tindakan sekolah
yang dilakuakn, dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut: (1) Pelaksanaan supervisi dengan teknik
kelompok untuk meningkatkan kemampuan guru mengembangkan evaluasi pembelajaran
dilakukan dengan tiga tahapan utama, yaitu tahapan (a) Penanaman konsep
evaluasi pembelajaran dan indikator pengukuran kualitas evaluasi pembelajaran.
Hal ini diselenggarakan pada pertemuan pra observasi; (b) Pelatihan dan
pengukuran evaluasi pembelajaran. Hal ini diselenggarakan pada pertemuan
observasi; (c) Evaluasi dan problem solving permasalahan dalam pengembangan
evaluasi pembelajaran guru; (2) Terjadi peningkatan kemampuan guru
mengembangkan perangkat evaluasi pembelajaran yang sesuai dengan konsep-konsep
di dunia kependidikan
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Pembelajaran merupakan inti dan muara dari segenap proses
pengelolaan pendidikan. Kualitas sebuah lembaga pendidikan hakikatnya diukur
dari kualitas proses pembelajarannya, disamping output dan outcome yang
dihasilkan. Oleh karena itu kriteria mutu dan keberhasilan pembelajaran
seharusnya dibuat secara rinci, sehingga benar-benar measurable and observable (dapat diukur dan diamati).
Namun kenyataannya, membuat
kriteria dan indikator keberhasilan pembelajaran tidaklah
semudah mengukur produktivitas dan kualitas pada bidang pekerjaan lain. Pembelajaran melibatkan unsur siswa dengan segala
karakteristiknya, mulai dari latar belakang keluarga, lingkungan,
ekonomi, kemampan, motivasi, dan sebagainya. Selain itu perubahan yang terjadi
pada diri siswa setelah melalui sebuah proses pembelajaran juga tidak nampak
dan sulit diukur, terutama pada dimensi nilai dan sikap (Depdiknas, 2008).
Kejelasan kriteria dan indikator keberhasilan
pembelajaran bukan saja akan memperjelas target dalam setiap tahapan
pembelajaran, namun sekaligus juga meningkatkan accountability guru. Idealnya, setiap guru memiliki kemampuan
menyusun kriteria dan indikator keberhasilan pembelajaran
sesuai dengan bidang tugas masing-masing (Depdiknas, 2008). Indikator-indikator tersebut harus masuk dalam
perangkat evaluasi belajar, sehingga pengukuran keberhasilan proses
pembelajaran yang dilakukan melalui evaluasi belajar benar-benar mendekati
kondisi riil hasil belajar siswa dalam aspek yang luas yang mampu menggambarkan
keberhasil proses pembelajaran yang dikembangkan guru.
Evaluasi menurut Kumano
(2001) merupakan penilaian terhadap data yang dikumpulkan melalui kegiatan
asesmen. Penilaian (assessment)
adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat penilaian untuk
memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar peserta didik atau
ketercapaian kompetensi (rangkaian kemampuan) peserta didik. Penilaian menjawab
pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar seorang peserta
didik. Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif (pernyataan naratif dalam
kata-kata) dan nilai kuantitatif (berupa angka). Pengukuran berhubungan dengan
proses pencarian atau penentuan nilai kuantitatif tersebut. Penilaian hasil
belajar pada dasarnya adalah mempermasalahkan, bagaimana pengajar (guru) dapat
mengetahui hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Pengajar harus mengetahui
sejauh mana pebelajar (learner) telah
mengerti bahan yang telah diajarkan atau sejauh mana tujuan/kompetensi dari kegiatan
pembelajaran yang dikelola dapat dicapai. Tingkat pencapaian kompetensi atau
tujuan instruksional dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan itu
dapat dinyatakan dengan nilai. Evaluasi mencakup dua kegiatan pengukuran dan
penilaian. Evaluasi adalah kegiatan atau proses untuk menilai sesuatu, untuk
dapat menentukan nilai dari sesuatu yang sedang dinilai, dilakukan pengukuran,
dan wujud dari pengukuran itu adalah pengujian. Dapat dikatakan bahwa evaluasi
merupakan penetapan nilai atau implikasi dari hasil penilaian.
Dalam mengembangkan evaluasi pembelajaran, menurut Danim
(2007), mutu pendidikan dilihat dari tiga perspektif yaitu masukan, proses, dan
output. Evaluasi pembelajaran paling tidak harus dilihat dengan menggunakan
tiga perspektif tersebut. Evaluasi masukan pembelajaran menekankan pada
penilaian karakteristik peserta didik, keadaan dan kelengkapan sarana prasarana
pembelajaran, strategi pembelajaran yang sesuai, serta keadaan lingkungan
pembelajaran. Evaluasi proses pembelajaran menekankan pada penialain
pengelolaan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru meliputi kinerja guru,
keefektifan media pembelajaran, iklim kelas, serta keadaan lingkungan
pembelajaran. Evaluasi hasil pembelajaran merupakan pengukuran hasil belajar
siswa baik menggunakan test maupun non test. Dengan demikian, kebiasaan guru
dalam melakukan evaluasi pembelajaran hanya berdasarkan aspek hasil belajar
saja tidaklah tepat, sebab hasil belajar hanya menjadi indikator atas
ketidakberhasilan proses pembelajaran saja, sedangkan faktor-faktor lain masih
perlu diperhatikan.
Kondisi tersebut menuntut
adanya perbaikan oleh program supervisi, sehingga analisis terhadap
proses-proses pembelajaran yang telah dikembangkan guru sebagai bagian dari
evaluasi proses pembelajaran menjadi lebih baik. Selama ini program supervisi
sekolah yang dikembangkan masih kurang menyentuh aspek pengembangan kompetensi
guru dalam penyelenggaraan kegiatan evaluasi belajar secara memadai. Program
supervisi diharapkan mampu meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan
kegiatan evaluasi yang memenuhi standar kependidikan.
Berdasarkan atas konsep-konsep
dan kondisi yang ditemukan di lapangan, maka dirasa perlu untuk dilakukan penelitian
tentang “Pelaksanaan
Supervisi Kelompok Untuk Guru Dalam Mengembangkan Evaluasi Pembelajaran
Siswa di Gugus II RA Kartini UPTD Dikpora Kecamatan
Banjarsari Surakarta”.
B.
Identifikasi Masalah
Berdasarkan atas latar belakang masalah yang telah diuraikan, dapat diidentifikasi
adanya permasalahan sebagai berikut:
1.
Guru
dalam mengembangkan evaluasi pembelajaran masih kurang memperhatikan evaluasi
masukan dan proses pembelajaran, dan masih sekedar menekankan evaluasi hasil
pembelajaran semata.
2.
Selama
ini program supervisi sekolah yang dikembangkan masih kurang menyentuh aspek
pengembangan kompetensi guru dalam penyelenggaraan kegiatan evaluasi belajar
secara memadai.
C.
Ruang Lingkup Penelitian
Pelaksanaan
penelitian ini dikembangkan sebatas pada masalah teknik
pelaksanaan supervisi dalam mengembangkan evaluasi pembelajaran siswa dan
peningkatan kemampuan guru dalam mengembangkan program evaluasi belajar siswa.
D.
Rumusan Masalah
Berdasarkan atas latar
belakang masalah dan identifikasi masalah yang telah diuraikan, dibuat rumusan masalah
penelitian sebagai berikut:
1.
Bagaimanakah
langkah-langkah supervisi kelompok untuk guru dalam
mengembangkan evaluasi pembelajaran siswa di Gugus II RA Kartini UPTD Dikpora
Kecamatan Banjarsari Surakarta?
2.
Seberapa besar
peningkatan kemampuan guru
di Gugus II RA Kartini Kecamatan Banjarsari Surakarta dalam mengembangkan
program evaluasi pembelajaran siswa?
E.
Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari dilaksanakannya
penelitian ini adalah untuk mengetahui hal-hal sebagai berikut:
1.
Deskripsi langkah-langkah
supervisi kelompok untuk guru dalam mengembangkan evaluasi
pembelajaran siswa di Gugus II RA Kartini UPTD Dikpora Kecamatan Banjarsari
Surakarta.
2.
Deskripsi besarnya peningkatan kemampuan guru
di Gugus II RA Kartini Kecamatan Banjarsari Surakarta dalam
mengembangkan program evaluasi pembelajaran siswa.
F.
Manfaat Penelitian
Hasil penelitian diharapkan
dapat memberikan manfaat dalam dua aspek sebagai berikut:
1.
Aspek Teoritis
Hasil penelitian diharapkan dapat menambah
wawasan keilmuan bidang kependidikan, khususnya terkait dengan bidang supervisi
pendidikan.
2.
Aspek Praktis
a.
Untuk Sekolah
Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan
manfaat kepada sekolah dalam rangka melakukan pengembangan-pengembangan program
pendidikan yang dibuat berdasarkan hasil evaluasi kegiatan pembelajaran di
kelas .
b.
Bagi Guru
Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan masukan
pada guru tentang bagaimana mengembangkan suatu kegiatan evaluasi belajar yang
memadai berdasarkan konsep-konsep yang disepakati dalam dunia pendidikan.
DAFTAR
PUSTAKA
Alwasilah, et al. (1996). Glossary of educational Assessment Term. Jakarta:Ministry of
Education and Culture.
Arikunto, S & Jabar. 2004. Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
Calongesi, J.S. 1995. Merancang Tes untuk Menilai Prestasi Siswa. Bandung : ITB
Kumano, Y. 2001. Authentic
Assessment and Portfolio Assessment-Its Theory and Practice. Japan:
Shizuoka University.
Lehmann, H. (1990). The
Systems Approach to Education. Special Presentation Conveyed in The
International Seminar on Educational Innovation and Technology Manila.
Innotech Publications-Vol 20 No. 05.
Stiggins, R.J. (1994). Student-Centered Classroom Assessment. New York : Macmillan College
Publishing Company
Tayibnapis, F.Y. (2000). Evaluasi Program. Jakarta: Rineka Cipta
Zainul dan Nasution. (2001). Penilaian Hasil belajar. Jakarta: Dirjen Dikti. Share this:
Umam, Khaerul. 2010. Perilaku Organisasi. Bandung: Pustaka Setia
Yusron Dahlan. 2009. Faktor–Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas.http://dahlanforum.wordpress.com/2009/06/27/faktor-faktor-yang-dapat-mempengaruhi-produktivitas/.
Diakses pada 25 Juli 2009
Soripada. 2007. Konsep Sekolah Model dan Intrumen Verifikasi Sekolah Model SMA. www.psb-psma.org diakses pada 25 Juli 2009.
Blumberg, Hansen. 1974. The Human Side Of Relationships Between Supervisors
And Teachers To Understand Their Interactions. Human Resource Journal Vol 11.
January, 1974
Vincent Gaspersz. 2000. Manajemen Produktivitas Total. Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama
Kusnan. 2009. Urgensi Supervisi Akademik Bagi Dosen Di Institusi Pendidikan Tinggi.
http://pendidikantinggi.hostei.com/produk/1-kusnan.pdf
Igneel. 2009. Supervisi Pendidikan. http://dikot.blogspot.com/2009/11/supervisi-pendidikan.html.
Diakses pada 25 Juli 2009
Sahertian, Piet A. Konsep Dasar dan
Teknik Supervisi Pendidikan : Dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Jakarta: Penerbit Rineka Cipta, 2000.
Syaiful Sagala. 2010. Supervisi Pembelajaran dalam Profesi Pendidikan.
Bandung: Alfabeta
Ngalim Purwanto. 2009. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung:
Remaja Rosdakarya
H.A. Syamsudin Makmun. 2005. Psikologi Kependidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya
Suharsimi Arikunto. 1997. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta
Budiyono. 2007. Motede Statistik untuk Penelitian. Surakarta: Universitas Sebelas Maret
Sudjana. 2002. Metoda Statistika. Bandung: Tarsito
Herman R. Soetisna. 2007. Pengukuran Produktivitas. Bandung: Laboratorium
PSK&E TI-ITB
Komarudin. 2004. Manajemen Pengawasan Kualitas Terpadu. Jakarta: Rajawali,
Gomes, Faustino Cardoso. 2002. Manajemen Sumberdaya Manusia. Yogyakarta:
Andi offset.
Puslitjaknov, 2008. MetodePenelitian Pengembangan. Jakarta: Depdiknas
Sinungan, Muchdarsyah. 2003. Produktivitas, Apa dan Bagaimana. Jakarta:
Bumi Aksara.
H.A.R Tilaar. 1999. ParadigmaBaru Pendidikan Nasional. Jakarta:
Rineka Cipta
Bogdan,
R..C. & Biklen, S.K. 1982. Qualitative Research for Education. Boston:Allyn
& Bacon Inc.
Danim,
Sudarwan. 2002. Inovasi Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.
Danim,
Sudarwan. 2010. Kepemimpinan Pendidikan.
Bandung: Alfabeta
Depdiknas.
2001. Kurikulum Sekolah Dasar. Jakarta: Depdiknas.
Dediknas.
2003. Undang-Undang R I Nomor 20 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Bandung:
Citra Umbara.
Supriadi, D. 2000. Reformasi Pendidikan Dalam Konteks Otonomi Daerah. Yogyakarta:
Adicita.
Depdiknas. 2004. Pola Pembinaan Sistem Pendidikan Tenaga Kependidikan PGSD. Jakarta:
Depdiknas.
Depdiknas. 2005. Undang-Undang RI Nomor 14 Tentang Guru Dan Dosen. Jakarta: Depdiknas.
Depdiknas. 2006. Standar Kompetensi Guru Kelas SD/MI Lulusan S 1 PGSD. Jakarta:
Depdiknas.
Depdiknas.2008.
StanPembangunan Pendidkan Nasional. Jakarta: Depdiknas.
Goetz,
J.P. & Comte, LMD. 1984. Ethnography and Qualitative Design And Educational
Research. New York: Academy Press Inc.
Hasan,
S.H. 2004. Kurikulum dan Tujuan Pendidikan. Bandung: Pasca Sarjana UPI.
Hatten,
K.J. & Rosenthal, S.R. 2001. Reaching for the Knowledge Edge. New York:
Amrican Management Association.
Manisera, Marica.,
Dusseldrp, E., and Kooij, A.J. Van. 2005. Component
Structure of Job Satisfaction Based on Herzberg’s Theory. Italy: Leiden University
Slade, L.A. and
Rush, M. 1991.Achievement Motivation and Dynamics
of Task Difficulty Choices. Journal of Personality and Society Psychology Vol
6 No 1, 165-172.
Sukmadinata, Nana Saodih,2009. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung:
Remaja Rosdakarya
Williams, J.K.
2003. Maslow’s Hierarchy
of Needs and Alderfer’s ERG Theory. London: SLC
Untuk
mendapatkan file PTK / Skripsi / Thesis lengkap
dalam
format Ms. Word.
Hubungi
: 0857 2891 6006
PTS 043 PELAKSANAAN SUPERVISI KELOMPOK UNTUK GURU DALAM MENGEMBANGKAN EVALUASI PEMBELAJARAN SISWA
Unknown
13.41