GUDANG PTK PTS

Contoh

image
Hello,

Kami, Jasa Pintar

KAMI MEMBANTU DALAM PENYUSUNAN TUGAS-TUGAS ANDA, KAMI MENYEDIAKAN REFERENSI DAN KAMI SANGAT TIDAK MENDUKUNG PLAGIATISME.

TERIMA KASIH


Penelitian Tindakan Kelas
  • PTK SD
  • Penelitian Tindakan Kelas SD/MI

  • PTK SMP
  • Penelitian Tindakan Kelas SMP/MTs

  • PTK SMA
  • Penelitian Tindakan Kelas SMA/MA/SMK


    Experience
    Lead Developer

    State Art company

    UI/UX Developer

    Design Corporation

    Front-End Developer

    Creative Design Studio


    My Skills
    Penyusunan PTK
    Penyusunan PTS
    Contoh PTK
    Contoh PTS

    764

    Awards Won

    1664

    Happy Customers

    2964

    Projects Done

    1564

    Photos Made

    Layanan Kami

    Contoh PTK

    Menyediakan RATUSAN Judul Contoh Penelitian Tindakan Kelas (SD/SMP/SMA) yang dapat Anda gunakan sebagai bahan referensi

    Contoh PTS

    Menyediakan Judul Contoh Penelitian Tindakan Sekolah (Kepala Sekolah/Pengawas) yang dapat Anda gunakan sebagai bahan referensi

    Bikin PTK/PTS

    Jika Anda tidak menemukan judul yang sesuai pada katalog kami, tentukan sendiri judul PTK/PTS Anda, kami siap membantu dalam penyusunan

    Clean Code

    Fusce quis volutpat porta, ut tincidunt eros est nec diam erat quis volutpat porta

    Photographic

    Fusce quis volutpat porta, ut tincidunt eros est nec diam erat quis volutpat porta

    Unlimited Support

    Fusce quis volutpat porta, ut tincidunt eros est nec diam erat quis volutpat porta

    CONTOH PTK PTS
    Tampilkan postingan dengan label PTK PLB/SLB. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label PTK PLB/SLB. Tampilkan semua postingan

    PTK PLB 006 PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN MELALUI PERMAINAN KARTU BILANGAN PADA ANAK TUNAGRAHITA


    PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN MELALUI PERMAINAN KARTU BILANGAN PADA ANAK TUNAGRAHITA KELAS D I  DI SDLBN SAMBIROTO, PADAS, NGAWI PENELITIAN TINDAKAN KELAS

    ABSTRAK

    Kata Kunci : Modifikasi permainan dakon, penjumlahan bilangan bulat, anak tunanetra
    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang kecepatan menghitung serta meningkatkan hasil pembelajaran matematika tentang penjumlahan bilangan bulat pada anak tunanetra kelas IV di SLB Negeri Gedangan Sidoarjo. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian ini bersifat kolaborasi. Jumlah siswa yang dijadikan subyek penelitian 4 siswa tunanetra.
    Tulisan ini bertolak dari instropeksi yang penulis lakukan setelah pembelajaran siswa pada materi tentang bilangan bulat dengan indikator melakukan operasi hitung penjumlahan bilangan bulat dengan menggunakan garis bilangan. Setelah para siswa belajar sesuai dengan alokasi waktu yang ada, ternyata hasil penilaiannya kurang memuaskan. Hal ini penulis ketahui setelah mengadakan analisis hasil ulangan. Penulis menduga bahwa penggunaan garis bilangan pada operasi penjumlahan bilangan bulat membuat siswa jenuh dan pembelajaran kurang menarik. Dari intropeksi diatas, maka penulis menciptakan alat  atau media yang diharapkan membuat siswa lebih mudah memahami materi, aktif, kreatif, afektif dan menyenangkan yaitu modifikasi permainan dakon dan cara penggunaannya untuk meningkatkan kecepatan menghitung dalam operasi penjumlahan bilangan bulat pada anak tunanetra kelas IV.
    Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penelitian tindakan kelas dan modifikasi permainan dakon dapat meningkatkan kecepatan menghitung dalam operasi penjumlahan bilangan bulat, serta dapat meningkatkan hasil pembelajaran (Mencapai hasil belajar tuntas).

    BAB I
    PENDAHULUAN
    A.    Latar Belakang
    Matematika merupakan suatu bahan kajian yang memiliki objek abstrak dan dibangun melalui penalaran deduktif, yaitu kebenaran suatu konsep diperoleh sebagai akibat logis dan kebenaran sebelumnya sehingga keterkaitan antar konsep dalam matematika bersifat kuat dan jelas. Tanpa konsep A tidak mungkin akan memahami konsep B.
    Salah satu materi pokok mata pelajaran matematika kelas 4 pada Kurikulum 2004 yaitu operasi hitung bilangan bulat. Salah satu indikatornya yaitu melakukan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dengan menggunakan garis bilangan. Indikator tersebut sebelumnya tidak dipelajari di kelas 3. Jadi merupakan materi baru.
    Sudah barang tentu sebagai materi baru maka guru harus berusaha agar para siswa benar-benar memahami konsep operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dengan menggunakan garis bilangan tersebut.
    Alokasi waktu untuk operasi hitung penjumlahan bilangan bulat dengan menggunakan garis bilangan yaitu 1 kali pertemuan selama 3 jam pelajaran (@ 40 menit). Sedangkan untuk operasi hitung pengurangan bilangan bulat dengan menggunakan garis bilangan juga 1 kali pertemuan selama 3 jam pelajaran (@ 40 menit).
    Setelah para siswa belajar operasi hitung penjumlahan bilangan bulat dengan menggunakan garis bilangan sesuai alokasi waktu yang ada, ternyata hasil penilaiannya kurang memuaskan. Hal ini penulis ketahui setelah mengadakan analisis hasil ulangan. Dari hasil analisis tersebut diketahui bahwa rata-rata nilai pengamatan yaitu 6,7 (kategori cukup) dan rata-rata nilai ulangan harian 5,1.
    Dan hasil tersebut rnaka penulis harus mengulang atau melakukan perbaikan proses pembelajaran materi operasi hitung penjumlahan bilangan bulat tersebut. Sehingga penulis tidak melanjutkan indikator berikutnya yaitu operasi hitung pengurangan bilangan bulat
    Instrospeksi yang penulis lakukan, penulis menduga bahwa penggunaan garis bilangan pada operasi penjumlahan bilangan bulat membuat siswa menjadi jenuh. Setiap kali menyelesaikan soal siswa harus membuat garis bilangan. Jika siswa diberi sepuluh nomor soal penjumlahan bilangan bulat, maka siswa harus membuat sepuluh garis bilangan. Hal ini membuat siswa bosan dan cepat lelah. Akhirnya menjadi kurang konsentrasi dalam belajar.
    Dan introspeksi di atas, maka penulis perlu menciptakan alat atau metode lain yang membuat siswa lebih memahami materi, aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Untuk menjawab tantangan tersebut, penulis membuat sebuah alat peraga beserta cara penggunaannya untuk memahamj konsep operasi hitung penjumlahan bilangan bulat yaitu alat permainan dakon.
    Harapan penulis, alat peraga permainan dakon tersebut dapat membantu dan mempermudah siswa dalam memahami konsep penjumlahan bilangan bulat dan menyelesaikan operasi hitung penjumlahan bilangan bulat sekaligus menyenangkan siswa karena mengandung unsur permainan. Penulis memandang bahwa alat permainan tersebut menarik, penting, dan perlu dilakukan oleh guru karena dapat menarik minat siswa dalam belajar tentang operasi penjumlahan bilangan bulat.
    B.     Rumusan Masalah
    Berkaitan dengan permasalahan yang ingin dipecahkan. Maka dalam bagian ini diketengahkan rumusan masalah sebagai berikut :
    “Bagaimanakah penggunaan modifikasi permainan dakon untuk  meningkatkan kecepatan menghitung dalam operasi penjumlahan bilangan bulat pada Anak Tunanetra kelas IV di SLBN Gedangan Sidoarjo?”
    C.    Pemecahan Masalah
    Keterbatasan anak tunanetra dalam mengerjakan penjumlahan bilangan bulat dalam mengoptimalkan penggunaan media dakon dalam kegiatan pembelajaran di kelas, dengan penggunaan permainan dakon dalam pembelajaran ini siswa akan tumbuh minat belajar matematika khususnya pada penjumlahan bilangan bulat sehingga meningkat hasil belajarnya.
    D.    Tujuan Penelitian
    Tujuan penelitian tindakan kelas adalah untuk meningkatkan kecepatan menghitung dalam operasi penjumlahan bilangan bulat dengan menerapkan permainan dakon pada anak-anak tunanetra.
    E.     Manfaat
    Manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini antara lain :
    1.      Bagi siswa, untuk perbaikan dalam meningkatkan hasil pembelajaran mata pelajaran matematika.
    2.      Bagi guru, agar lebih kreatif dalam mengembangkan pembelajaran mata pelajaran matematika.
    3.      Bagi sekolah/ lembaga, untuk meningkatkan mutu kegiatan belajar di sekolah tersebut.

    DAFTAR RUJUKAN
    Achmad DS. 1996. Pengelolaan Kegiatan Belajar Mengajar Sekolah Dasar. Jakarta : Depdikbud.
    Amin Suyitno. 2001. Dasar-Dasar Pembelajaran Matematika. Semarang : FMIPA IKIP.
    Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1994. Petunjuk Pelaksanaan Penilaian di Sekolah Dasar. Jakarta : Depdikbud.
    Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1996. Pedoman Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar di SD. Jakarta : Depdikbud.
    Departemen Pendidikan dan Kebudayaan 1996. Petunjuk Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar Kelas IV Sekolah Dasar. Jakarta : Depdikbud.
    Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Kurikulum 2004 Kerangka Dasar. Jakarta : Depdiknas.
    Depdikbud, 1994, Petunjuk Praktis Pelaksanaan Pendidikan Luar Biasa, Jakarta; Depdiknas.
    Depdiknas, 2001. Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi, Surabaya, Depdiknas Jatim.
    Depdiknas, 2002. Pelayanan Pendidikan AnakBerkebutuhan Khusus, Jakarta; Direktur Jendral Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus.
    Depdiknas, 2004. Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta, Depdiknas.
    Sukayati. 2003. Media Pembelajaran Matematika SD (Materi Pelatihan Instruktur Matematika SD). PPPG Matematika.
    Purwadarminto. Wgs. 1995. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta. Balai Pustaka.
    H.T. Sutjihati Sumantri. 1996. Psikologi Pendidikan Luar Biasa. Jakarta : Depdiknas Dirjen Dikti PATG.


    Untuk mendapatkan file lengkap (Ms.Word/pdf) 
    hubungi : 0857 2891 6006

    PTK PLB 002 ENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN MELALUI PERMAINAN KARTU BILANGAN PADA ANAK TUNAGRAHITA


    PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN MELALUI PERMAINAN KARTU BILANGAN PADA ANAK TUNAGRAHITA KELAS D I  DI SDLBN SAMBIROTO, PADAS, NGAWI PENELITIAN TINDAKAN KELAS

    ABSTRAK

    Pelajaran Matematika sangat penting bagi anak tunagrahita meskipun terbatas pada bilangan tertetnu. Dalam mengikuti proses pembelajaran khususnya mata pelajaran matematika diperlukan pelayanan khusus sesuai dengan kondisi anak tunagrahita. Oleh karena itu untuk membantu kelancaran belajar matematika sangat diperlukan penunjang media atau alat bantu untuk memberikan pengalaman yang berarti dan membentuk pemahaman anak. Berdasarkan hasil observasi di SDLBN Sambiroto untuk materi pokok mengenal lambang bilangan 1 sampai 20 hasil belajar untuk kelas DI/C kurang memuaskan termasuk siswa tunagrahita yaitu rata-rata kurang dari 6.Mencermati hasil observasi di lapangan dan teori meia pembelajaran khususnya mengenal lambang bilangan maka dilakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan perolehan belajar siswa.
    Penelitian ini bertujuan  :
    1.      Untuk mendeskripsikan tingkat hasil perolehan belajar tentang pengenalan lambang bilangan melalui permainan kartu bilangan pada siswa tunagrahita.
    2.      Untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan mengenal lambang bilangan melalui permainan kartu bilangan pada siswa tunagrahita.
    Subyek penelitian ini adalah siswa DI/C SDLBN Sambiroto, Padas, Ngawi. Rancangan penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan untuk siklus 1, 1 kali pertemuan untuk siklus 2, dengan waktu 70menit setiap kali pertemaun. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan tes. Perangkat pembelajaran terdiri dari rencana persiapan pembelajaran dan LKS berorientasi permainan kartu bilangan. Sedangkan instrumen penelitiannya adalah lembar observasi pengenalan lambang bilangan dan soal tes data yang diperoleh dianalisis secara diskriptif kualitatif dan diskriptif kuantitatif.
    Hasil penelitian menunjukkan baha hasil belajar siswa mengalami peningkatan 50% pada siklus 1  pertemuan 1, 605 pada siklus 1pertemuan 2, 70% pada siklus 1 pertemaun3, dan 80% pada siklus 2.


    Kata kunci    :  Mengenal Lambang Bilangan, Permainan Kartu Bilangan Anak  Tunagrahita.


    BAB I
    PENDAHULUAN

    A.    Latar Belakang Masalah
    Matematika merupakan suatu bahan kajian yang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi bagi siswa tunagrahita apabila diajarkan dengan ceramah akan menjadi materi abstrak (tidak nyata). Salah satu cara untuk mengatasi problem terhadap pembelajaran adalah diperlukan pengalaman menggunakan benda-benda kongkrit. Sedangkan untuk menjembatani keabstrakan atau prinsip dan konsep matematika, maka diperlukan media pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa tunagrahita.
    Anak tunagrahita dalam mengikuti proses pembelajaran khususnya mata pelajaran matematika diperlukan pelayanan khusus  sesuai dengan kondisi tunagrahita. Oleh karena itu untuk membantu kelancaran belajar matematika sangat diperlukan penunjang media atau alat untuk memberikan pengalaman yang berarti dan membentuk pemahaman anak. Pujiati (2003: 2) menyatakan bahwa media alat peraga akan dapat berfungsi dengan baik apabila dapat memberikan pengalaman yang bermakna, mengaktifkan dan menyenangkan siswa. Salah satu media yang sesuai dengan kondisi anak tunagrahita sehingga dapat diangkat dalam penelitian ini, yaitu kartu bilangan.
    Berdasarkan hasil observasi di SDLBN Sambiroto, Padas, Ngawi untuk materi pokok mengenal lambang bilangan 1 sampai 20. Hasil belajar pelajaran matematika untuk kelas Dasar I C kurang memuaskan termasuk siswa tunagrahita, yaitu rata-rata kurang dari 6 (dari nilai raport semester 1 tahun 2007/2008). Pembelajaran materi pengenalan lambang bilangan menggunakan media lidi, biji-bijian, tulisan bilangan pada papan tulis dan tabel bilangan hasil observasi menunjukkan penilaian materi bilangan lambang bilangan rata-rata kurang dari 6. Anak seringkali melakukan kesalahn konsep yaitu terbalik di dalam menyatakan lambang bilangan 12 terdiri dari 2 dan 1 (2 sebelah kiri, 1 sebelah kanan), lambang bilangan 13 terdiri dari 3 dan 1 ( 3 sebelah kiri, 1 sebelah kanan). Selama observasi di lapangan kondisi anak dalam proses belajar mengajar menunjukkan mudah lupa dengan materi pelajaran yang diterimanya, memerlukan waktu yang lama karena adanya pengulangan-pengulangan dan mudah jenuh. Demikian juga hasil pengajaran matematika dengan menggunakan metode caramah, tanggung jawab, demontrasi menunjukkan rata-rata nilai kurang dari 6. Pemberian tugas untuk pekerjaan rumah materi pengenalan lambang bilangan juga menunjukkan hasil rata-rata kurang dari 6. Berarti penguasaan lambang bilangan pada siswa tunagrahita kelas 1 masih rendah. Untuk mengatasi kondisi ini dapat dilakukan dengan menggunakan benda kongkrit dalam bentuk kartu bilangan. Sukayati (2004 : 9) menjelaskan bahwa media kartu bilangan digunakan untuk pengenalan lambang bilangan pada kegiatan penanaman konsep dan pemahaman konsep. Bentuk permainan kartu bilangan ini tidak jauh berbeda dengan permainan kartu domino yang ditemui pada kehidupan sehari-hari. Perbedaanya terletak pada kartu-kartunya dan aturan permainannya. Keunggulan permainan kartu bilangan menurut hasil temuan Pujiti (2003: 19) yaitu melatih keterampilan siswa dalam memahami suatu pokok bahasan tertentu dalam pelajaran matematika, melatih pemain dalam memasangkan antara bilangan dan gambar yang sesuai dengan bilangan. Bilangan tersebut dan sebaliknya. Tarjono (2003 : 2) menjelaskan bahwa keunggulan kartu bilangan yaitu meruapakan alat bantu paling penting untuk berlatih dan memperkuat kemampuan mengenal bilangan, meningkatkan kemampuan menyebut sambil mengenmbangkan kemampuan mengenal bilangan.
    Mencermati hasil observasi di lapangan dan teori media pembelajaran khususnya mengenai pengenalan lambang bilangan maka dilakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan perolehan hasil belajar siswa.

    B.     Rumusan Masalah
    Sesuai dengan latar belakang, maka dapat dirumuskan permasalahan  sebagai berikut:
    1. Bagaimana peningkatan hasil balajar tentang pengenalan lambang bilangan melalui permainan kartu bilangan pada siswa tunagrahita kelas Dasar IC SDLBN Sambiroto, Padas, Ngawi ?
    2. Bagaimana peningkatan kemampuan mengenal lambang bilangan melalui permainan kartu bilangan pada siswa tungrahita kelas Dasar IC di SDLBN Sambiroto, Padas, Ngawi ?

    C.    Alternatif Pemecahan Masalah
    1. Identifikasi Alternatif Tindakan
    Permasalan pembelajaran matematika di SDLBN Sambiroto, Padas, Ngawi khususnya yang berkaitan dengan kamampuan siswa mengenal lambang bilangan dapat dioptimalkan dengan permainan kartu  bilangan. Pada permainan ini setiap kartu mempunyai 2 bagian yaitu bagian gambar dan bagian bilangan. Model permainan ini diduga sangat cocok dengan permasalahan matematika yang ingin dipecahkan. Melalui permainan kartu bilangan. Siswa dimungkinkan dapat memasangkan antara kartu bilangan. Selama kegiatan permainan ini,  anak sering menyatakan lambang bilangan sesuai dengan jumlah gambar.
    1. Cara Pemecahan Masalah
    Pemecahan masalah menggunakan model Kemmis dan Targat (Aqib, 2006: 22) dengan perencanaan yang meliputi langkah tindakan pertama, kedua, ketiga dan keempat.
    Langkah tindakan pertama adalah menghimpun data dari sekolah dan melakukan pendekatan pada siswa. Langkah tindakana kedua adalah menyusun instrument bagi siswa guna meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan. Sedangkan langkah tindakan ketiga adalah melakukan kolaborasi dengan guru kelas untuk mengimplementasikan instrument yang sudah didesain dengan menggunakan media permainan untuk meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan.
    Tindakan pembelajaran siklus pertama direncanakan tiga kali pertemuan. Kegiatan pertemuan pertama adalah permainan kartu bilangan, observasi, perbaikan dan evaluasi/ refleksi. Kegiatan pertemuan kedua adalah permainan kartu bilangan 1 - 10, observasi, perbaikan dan evaluasii/ refleksi. Sedangkan kegiatan pertemuan ketiga  adalah permainan kartu bilangan 1-15, observasi, perbaikan lalu dilakukan evaluasi/ refleksi. Dari hasil evaluasi kalau belum sesuai dengan tingkat keberhasilan yang mengacu indikator keberhasilan yang ditetapkan maka masuk disiklus 2, apabila hasil juga belum cukup maka dimasukkan dalam siklus berikutnya sampai diperoleh hasil indikator keberhasilan.
    1. Indikator Keberhasilan
    Indikator keberhasilan tindakan, dapat ditemukan adanya perubahan pada siswa dalam hal : (1) Siswa 80% dapat memasangkan antara kartu bilangan (2) siswa 80% benar dalam menyatakan lambang bilangan (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, 2006: 40)

    D.    Tujuan Penelitian Tindakan Kelas 
    Berdasarkan permasalahan yang ada, maka tujuan penelitian tindakan kelas ini sebagai berikut :
    1. Untuk mendeskripsikan tingkat kelas hasil perolehan belajar tentang pengenalan lambang bilangan melalui permainan kartu bilangan pada siswa tungrahita. 
    2. Untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan mengenal lambang  bilangan melalui permainan kartu bilangan pada siswa tunagrahita. 

    E.     Manfaat Penelitian
    Manfaat yang diperoleh dari penelitian tindakan kelas antara lain :
    1. Bagi guru : melaui PTK ini guru dapat mengetahui strategi pembelajaran yang berviasi untuk memperbaiki dan meningkatkan sistem pembelajaran serta meminimalkan kesalahan siswa kelas 1 dalam menyatakan lambang bilangan 1-20.
    2. Bagi siswa : hasil penelitian ini bermanaat bagi siswa yang bermasalah dalam menyatakan lambang bilangan 1-20 terutama terbolak balik dalam konsep setelah bilangan 11.
    3. Bagi sekolah : hasil penelitian ini membantu pemperbaiki pembelajaran Matematika di Sekolah.

    DAFTAR PUSTAKA

    Amin, M. 1995. Orped Tunagrahita. Jakarta : Depdikbud
    Soemantri, S. 1996. Psikologi Belajar Anak Luar Biasa. Jakarta : Depdikbud
    Sukayati, 2004. Media Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar. Yogyakarta : PPPG Matematika
    Sutejo. 2003. Kamus Bahasa Indonesia. Surabaya: Karya Utama
    Tarjono, 2003. Pengenalam dam Pemahaman Terhadap Bilangan. Jakart : IMB
    Wojowasito, 1999.Kamus Bahasa Indonesia. Malang : CV Pengarang.
    Zahroh, Siti Fatimah. 2001. Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Melalui Media Pembelajaran Kartu Remi Untuk Anak Tunagrahita. Surabaya : Universitas Negeri Surabaya.

    Untuk mendapatkan file lengkap (Ms.Word/pdf) 
    hubungi : 0857 2891 6006

    PTK PLB 01 PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPSI DENGAN STRATEGI PEMETAAN PANCA INDERA BAGI SISWA TUNARUNGU


    PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPSI DENGAN STRATEGI PEMETAAN PANCA INDERA BAGI SISWA TUNARUNGU KELAS D III SDLBN SAMBIROTO, PADAS, NGAWI

    ABSTRAK

    Menulis sangat penting bagi anak tunarungu, karena merupakan prasarat bagi upaya belajar berbagai mata pelajaran lainnya. Siswa tunarungu kelas III B SDLBN Sambiroto Kecamatan Padas dalam pembelajaran menulis diharapkan dapat menulis karangan dengan topik yang sederhana dengan ejaan siswa yang merniliki kosakata terbatas.
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peningkatan Keterampilan Menulis Deskripsi Dengan Strategi Pernetaan Panca.lndera Bagi Siswa Tunarungu Kelas D III SDLBN Sambiroto, Padas, Ngawi.
    Desain penelitian menggunakan "Penelitian Tindakan Kelas" dan yang menjadi subyek atau populasi penelitian adalah siswa tunarungu kelas III B di SDLBN Sambiroto, Padas, Ngawi yang berjurnlah 5 anak.
    Metode penelitian ini menggunakan Pendekatan Penelitian Tindakan kelas dengan jenis deskriptif kualitatif. Dengan tenik pengumpulan data observasi, dokumentasi dan catatan di lapangan.
    Teknik analisa data adalah reduksi data penyajian data dan penyimpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan strategi pemetaan panca indera dapat meningkatkan keterampilan menulis deskripsi siswa tunarungu.
    Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pernetaan panca indera merupakan salah satu strategi pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan menulis deskripsi siswa tunarungu D III SDLBN Sambiroto, Padas, Ngawi, dengan pemetaan panca indera siswa dapat memanfaatkan indera visual dan indera lainnya untuk mengungkapkan ide dan gagasannya.

    Kata Kunci : Manulis Deskripsi, Pernetaan Panca Indera.

    BAB I
    PENDAHULUAN

    A.    Latar Belakang Masalah
    Menulis bukan hanya menyalin, tetapi juga mengekspresikan pikiran, kehendak dan perasaan ke dalam lambang-lambang tulis. Menulis sangat penting bagi siswa tuna rungu karena merupakan persyaratan bagi upaya belajar berbagai mata pelajaran lainnya. Bagi siswa tunarungu dituntut agar mampu mengungkapkan/ mengekspresikan pikiran, kehendak dan perasaannya melalui pemahaman lambang-lambang yang inengandung arti atau makna.
    Secara konkret tuntutan kemampuan menulis siswa tunarungu tercermin dalam KTSP (Kurikulurn Tingkat Pendidikan) Mata Pelajaran Bahasa Indonesia diambil tema kegernaran dengan SK (Standar Dasar) menulis dengan menampilkan karangan dan puisi dan KD (Kompetensi Dasar) menulis karangan tentang berbagai topik sederhana dengan penggunaan ejaan yang tepat (Depdiknas, 2006 : 88). Ini berarti untuk siswa tunarungu kelas III SDLBN Sambiroto Kec. Padas dalam pembelajaran menulis diharapkan dapat menulis karangan dengan topik yang sederhana dengan ejaan yang tepat atau mendeskripsikan satu topik dengan penulisan tanda baca yang tepat.
    Kenyataan di lapangan ternpat penelitian ini dilaksanakan menunjukkan bahwa dalam hal menulis target yang dapat dicapai 60%, berkaitan dengan pembelajaran menulis, kemampuan menulis siswa tunarungu nampak rendah. Terbukti dengan hasil analisis karangan siswa dalam pembelajaran menulis deskripsi kosakata terbatas, kesesuaian antara ide dan gagasan masih belum sesuai, penggunaan tanda baca kurang dipahami, dalam mengembangkan karangan deskripsi sederhana siswa mengalami kesulitan dalam menyusun kalimat.
    Hal tersebut disebabkan oleh berbagai faktor baik yang berasal dari siswa dan guru. Adapun faktor yang berasal dari siswa karena kosakatanya terbatas, sulit mengungkapkan ide dan kata yang abstrak, sehingga siswa mengalami kesulitan maupun tertulis. Adapun faktor dari guru karena penggunaan metode clan media pembelajaran yang kurang tepat.
    Untuk mengatasi permasalahan tersebut di atas dapat diterapkan pembelajaran menulis deskripsi dengan pengembangan model pemetaan panca indera.
    Pemetaan/ pengklutseran adalah salah satu strategi dalam membantu siswa memulai menulis. Tompkins 1994 (dalam Purbaningrurn clan Yuliat, 2006:13) menawarkan empat bentuk klutser yaitu : klutser cerita, klutser enam kata tanya, klutser laporan (reportase) dan klutser panca indera. Dari keempat klutser ini dipilih klutser panca indera karena lebih mudah clan efisien pelaksanaan pembelajaran khususnya dalam hat menulis. Dalam teknik khitser panca indera siswa dituntut mengumpulkan informasi melalui pernanfaatan indera, baik indera penglihatan, pendengaran, penciurnan, peraba clan perasa/ pengecap.
    Dengan teknik klutser panca indera ini siswa tunarungu belajar mengenal, memahami, mendefinisikan dan mendeskripsikan ciri-ciri suatu benda dengan menggunakan indera lain yang masih berfungsi selain indera pendengarannya. Sehingga siswa memiliki pengalaman belajar tentang sesuatu benda yang dapat dilihat, dicium, diraba, dan dirasakan, sehingga dapat dituangkan ke dalam bentuk tulisan sesuai dengan ide dan gagasannya.
    Adapun manfaat pengklutseran adalah untuk mengungkapkan sebanyak mungkin hubungan antara ide dalam topik, dan fungsinya adalah lebih menyenangkan, bermakna dan bermanfaat bagi siswa.
    Berdasarkan uraian di atas maka perlu dilaksanakan penelitian tindakan kelas dengan judul Peningkatan Keterampilan Menulis Deskripsi Dengan Strategi Pemetaan Panca Indera Bagi Siswa Tunarungu Kelas D[II SDLBN Sambiroto, Padas, Ngawi.

    B.     Rumusan Masalah
    Dari uraian di atas maka dapat dirumuskan masalahnya yaitu : Apakah ada peningkatan keterampilan menulis deskripsi siswa tunarungu kelas D III SDLBN Sambiroto, Padas, Ngawi dengan strategi pemetaan panca indera tersebut.
    C.    Tujuan Penelitian
    1.      Mengetahui keterampilan menulis deskripsi siswa tunarungu kelas III di SDLBN Sambiroto, Padas, Ngawi, sebelurn menggunakan strategi pemetaan panca indera.
    2.      Mengetahui keterampilan menulis deskripsi siswa tunarungu kelas III di SDLBN Sambiroto, Padas, Ngawi setelah menggunakan strategi pemetaan panca indera.
    3.      Mengetahui peningkatan keterampilan menulis deskripsi siswa tunarungu kelas III di SDLBN Sambiroto, Padas, Ngawi dengan strategi pemetaan panca indera.

    D.    Hipotesis
    Dalam penelitian ini hipotesis yang diajukan adalah :
    "Melalui strategi pernetaan panca indera keterampilan menulis deskripsi siswa tunarungu kelas D III SDLBN Sambiroto, Padas, Ngawi".

    E.     Manfaat Penulisan
    1.        Siswa akan lebih mernaharni, mengenal dan mendefinisikan dalam mendeskripsikan suatu benda dengan menggunakan indera lain yang masih berfungsi selain indera pendengaran.
    2.        Bagi guru hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan untuk mernilih strategi dalam meningkatakan proses pembelajaran di kelas.
    3.        Bagi kepala sekolah, hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam membuat kebijakan tentang peningkatan kualitas sekolah.
    4.        Bagi penulis, hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam melakukan penelitian yang sejenis.


    F.      Penjelasan Istilah, Asumsi, Keterbatasan
    1.      Penjelasan Istilah
    Untuk menghindari penafsiran yang salah maka dijelaskan istilah terkait penelitian sebagai berikut :
    a.       Peningkatan keterampilan menulis deskripsi adalah proses dan hasil belajar menulis deskripsi setelah ditetapkan strategi pemetaan panca indera.
    b.      Pemetaan panca indera
    Pengklutseran/ pemetaan merupakan salah satu strategi dalam membantu siswa tunarungu memulai menulis dengan cara lnenggali ide-ide menulis siswa dengan tanya jawab, kemudian jawaban siswa ditata dalam dalam bentuk klutser atau disusun dalam bentuk lingkaran dan cabang-cabang dihubungkan dengan garis.
    Dalam penelitian yang dimaksud pemetaan panca indera adalah menernu kenali hal-hal yang diketahui dengan pengamatan panca indera (penglihatan, pendengaran, penciuman, perabaan dan peraga) pada materi buah dan minuman yang ada dalam materi intervensi.
    c.       Siswa tunarungu
    Anak tunarungu adalah anak yang mengalarni kekurang kemampuan mendengar, sehingga menyebabkan indera visual dan indera lainnya yang masih berfungsi dapat digunakan secara optimal untuk membantu dalam berkomunikasi baik lisan maupun tertulis. Dalam penelitian ini anak tunarungu adalah anak yang memiliki taraf ketunarunguan berat, berinteraksi rata-rata clan di bawah normal clan di kelas III SDLBN Sambiroto, Padas, Ngawi.
    2.      Asumsi
    Asumsi adalah anggapan dasar tentang suatu hal yang dijadikan pijakan berpikir dan bertindak dalam melaksanakan penelitian.
    a.       Ketunarunguan dapat menyebabkan hambatan dalam perkembangan bahasa bila tidak dilakukan intervensi.
    b.      Pemilihan strategi pembelajaran yang sesuai dapat mengeektifkan pembelajaran siswa.
    3.      Keterbatasan Masalah
    Agar permasalahan tidak meluas, masalah yang diteliti mempunyai keterbatasan sebagai berikut :
    a.       Subyek yang diteliti adalah siswa tunarungu kelas D III SDLBN Sambiroto, Padas, Ngawi dengan karakteristik usia siswa 11-13 tahun clan berintelegensi normal.
    b.      Penelitian terfokus pada keterampilan menulis deskripsi buah clan minuman.
    c.       Strategi dalam penelitian menggunakan pemetaan, panca indera dengan tahap aktivitas pra menulis, aktivitas saat menulis, aktivitas pasca menulis.
    d.      Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, tiap siklus terdiri dari empat kali perternuan, tiap pertemuan 75 menit.
    e.       Hasil penelitian tidak dapat digeneralisasikan.

    DAFTAR PUSTAKA

    Abdurrahman, Mulyono. 2003. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta Rineka cipta.
    Anggoro, Toha. 2007. Metode Penelitian. Jakarta : Universitas Terbuka.
    Aqib, Zainal. 2006. Penelitian Tindakan Kelas untuk Guru. Bandung : Irarna Widya.
    Arikunto, Suharsimi. 2003. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.
    Bunawan, Lani dan Cecilia Sy. 2000. Penguasaan Bahasa Anak 2'unarungu. Jakarta: Yayasan Santi Rarna.
    De Porter, Bobbi dan Miki Hernareki. 2002. Quantum Learning : Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Terjemahan oleh alwiyah Abdurrahman. Bandung : Kaifa.
    Depdiknas. 2006. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Jakarta : BNSP.
    Depdiknas. 2006. Keterampilan Kompensatoris Bagi Anak Dengan Gangguan Penglihatan (Tunanetra) danF Gangguan Pendengaran (Tunarungu). Jakarta Direktor Pernbinaan Sekolah Luar Biasa.
    Moleong. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif Bandung : Remaja Rosdakarya.
    Nurhayati. 1992. Pengantar Orthopaedagogh, SGPLB. Surabaya.
    Purbaningrum, Endang dan Yuliati. 2006. Pengaruh Pembelajaran Menulis Proses Terhadap Perfomansi Menulis Siswa Tunarungu. Surabaya.
    Purwanto Ngalim. 2008. Psikologi Pendidikan. Bandung : Rosda Karya. Salim Mufti. 1984. OrtopedagogikAnak Tunarungu. Jakarta : Depdikbud.
    Slameto, 2003. Belajar dan Faktor- Faktor yang mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta

    Untuk mendapatkan file lengkap (Ms.Word/pdf) 
    hubungi : 0857 2891 6006

    Peraturan dan Cara Pemesanan

    Peraturan dan Cara Pemesanan


    1.  Download judul – judul Skripsi/PTK/Thesis yang telah tersedia pada blog ini. Atau hubungi contact person dibawah.
    2.  Setelah Anda mendapatkan judul yang sesuai, konfirmasikan  kode / judul yang anda pilih melalui telp/sms.
    3. Sistem pembayaran melalui transfer via Bank BRI atau BNI (No. Rekening akan dikonfirmasi via sms)
    4.  Sistem pengiriman Skripsi/PTK/PTS/Thesis berupa softcopy, baik melalui e-mail atau dikirim berupa CD dengan menggunakan jasa ekspedisi.
    5.    Pengiriman file dalam bentuk CD akan dikenakan ongkos kirim sesuai tarif yang berlaku, tergantung pada jarak dan jenis jasa ekspedisi/pengiriman (contoh: TIKI-JNE, kantor pos)
    6.    File di kirim setelah transfer diterima
    7.    Untuk informasi harga dan lain-lain, bisa konfirmasi via sms/telp.

    Jasa Pintar Cerdas Praktis
    Call / SMS : 0857 2891 6006

    KAMI MEMBANTU DALAM PENYUSUNAN TUGAS-TUGAS ANDA,
    KAMI MENYEDIAKAN REFERENSI
    DAN KAMI SANGAT TIDAK MENDUKUNG PLAGIATISME.
    TERIMA KASIH


    DOWNLOAD

    KATALOG PTK TK
    Download
    KATALOG PTK SD
    Download
    KATALOG PTK SMP
    Download
    KATALOG PTK SMA
    Download
    KATALOG PTS
    Download
    Bikin PTK/PTS

    Download form penyusunan PTK/PTS

    Download

    Start Work With Me

    Kontak langsung via WA


    Penelitian Tindakan Kelas
  • PTK SD
  • Penelitian Tindakan Kelas SD/MI

  • PTK SMP
  • Penelitian Tindakan Kelas SMP/MTs

  • PTK SMA
  • Penelitian Tindakan Kelas SMA/MA/SMK


    Experience
    Lead Developer

    State Art company

    UI/UX Developer

    Design Corporation

    Front-End Developer

    Creative Design Studio


    My Skills
    Penyusunan PTK
    Penyusunan PTS
    Contoh PTK
    Contoh PTS
    Contact Us
    Jasa Pintar
    0857 2891 6006 (WA Only)
    Surakarta, Jawa Tengah
    Hubungi kami melalui form ini (Mohon lengkapi dengan alamat email dan nomor WA)

    Blog Archive